Yuk berwisata ke pemda

Trus ini tadi bisa dimasukkan di hasil penelitiane sampeyan gak?

Saat itu saya hanya bisa menjawab: sepertinya sih enggak ya. Cuma menambah wawasan saja sih. Beberapa jam kemudian saya kembali berfikir: apa memang tidak bisa dimasukkan ya. Padahal sangat menarik.

Apa yang kami diskusikan saat itu terkait hasil diskusi strategi daerah dalam menarik wisatawan. Gagasan awalnya berasal dari konsep wisatawan yang saya peroleh dari seorang kawan. Kata kawan saya tersebut, wisatawan tak melulu orang yang mengunjungi dalah satu objek wisata semisal Pantai Losari atau Fort Rotterdam. Tapi, siapapun yang datang ke suatu wilayah selama 24 jam dan menggunakan akomodasi di tempat tersebut.

Saat itu kawan saya ini juga menyebut Dubai sebagi salah satu contoh. Menyadari tidak memiliki wisata alam yang bisa diandalkan untuk menarik wisatawan, Dubai sengaja membangun tower tertinggi di dunia. Tujuannta cuma satu. Untuk mengajak orang datang ke negaranya. Inti dari perbincangan saya dengan kawan saya tersebut adalah bahwa Pariwisata adalah sebuah cara atau strategi bagaimana menarik orang untuk datang ke sebuah tempat atau kota. Caranya bisa bermacam-macam. Tidak hanya selalu mengandalkan situs-situs khusus. Bahkan, perawatan kesehatan pun kini menjadi bagian dari upaya untuk mendatangjan orang ke sebuah kota.

Terpisah dari soal wisatawan ini, di saat yang sama saya bertemu dengan bapak bupati Bantaeng. Terbayang, Kabupaten ini berubah secara drastis ketika beliau memimpin. Kebersihan serta hujaunya kota kini telah menjadi simbol pembangunan kota. Termasuk bagaimana beliau menggagas program pelayanan Brigade Siaga Bencana untung melayani kesehatan masyarakat, program BUMDes dan Pantai Marina-nya. Alhasil, segala gebrakan bupati membuat banyak orang dan pemda lain berdecaak kagum. Berduyun-duyun lah orang melakukan studi banding dan penelitian di Bantaeng. Tak hanya dari kalangan birokrat, akademisi, LSM dan Media pun tertarik untuk mencari tau rahasia Bantaeng hingga bisa berubah sedemikian rupa.

Di saat ini lah saya pun menyimpulkan: inilah yang dinamakan wisata tata kelola pemerintahan. Tata kelola pemerintahan yang dijalankan dengan komitmen dan integrutas tinggi membawa dampak ikutan yang luas. Ketika banyak wisatawan (birokrat, akademisi, LSM, media, dan masyarakat) yang datang, ketika itu pula perekonomian masyarakat ikut terdongkrak. Ketika itu pula pemerintah bisa meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pembayaran pajak hotel dan pajak restoran. ..Dan ketika saat itu pula ekonomi masyarakat yang memproduksi oleh-oleh Bantaeng menggeliat.

Jadi, seandainya saat ini pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik, maka sesungguhnya ia sedang membangun multiplier efect peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Trus apa hubungaya dengan riset saya ya…hmmmm sik…sik…tak pikire…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s