Kau/

Suatu ketika kakakmu menanyakan padaku: mengapa aku tidak memakai fotomu sebagai wallpaper di hp-ku. Seperti biasa, aku memintanya menebak alasanku. Tidak terlalu salah tebakannya.

Ya, aku masih belum sanggup melihatmu tanpa rasa bersalah, tanpa rasa sedih, tanpa rasa nelangsa meski sudah hampir dua tahun kau tak bersamaku.

Ia katakan bahwa aku bisa memilih foto di mana aku tak harus melihat wajahmu. Cukup foto tangan atau kakimu.

Ah..ya, aku baru teringat ada satu fotomu saat kau berusia satu tahun empat bulan. Saat itu kau bermain-main dengan sebuah pulpen yang kau jepit dangan jari kaki kananmu. Kau masih ingat? Kita sama-sama tertawa saat itu. Kau tertawa karena berhasil melakukannya, dan aku tertawa melihat tingkahmu. Tak lupa, aku sempatkan mengambil foto kakimu dan pulpen itu.

Oya, kakakmu juga mengatakan padaku, kelak jika ia memiliki hp ia akan memilih foto terbaikmu sebagai wallpaper.

……

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s