Methodology Chapter

Akhirnya, mau tidak mau saya harus mampu memahami istilah ontology, epistemologi, positivist, interpretivist, dan ist-ist lainnya. Saya pikir istilah tersebut hanya menghiasi fikiran, tanpa harus menuangkannya dalam bahasa Inggris di thesis saya. Nyatanya..

Tiga tahun yang lalu saya sempat menyatakan kegalauan saya saat mencoba memahami methodology chapter thesis supervisor saya. Saya katakan padanya, I try to understand these term. But it’s hard for me to understand. Kala itu ia hanya menjawab, “don’t worry”. Kamu tidak perlu memahaminya dulu. Katanya lagi, metodologi chapter itu ditulis terakhir-terakhir. Dan ternyata, hari ini telah tiba saatnya. Mau tidak mau harus dihadapi. Nggak bisa lagi beralasan, “don’t worry”.

Secara konsep sebenarnya sudah tau sedikit demi sedikit sejak diperkenalkan oleh ibu-ibu di Srikandi PhD. Terima kasih mbak-mbak semua. Kemudian, saya coba perdalam dengan melihat video dan dari wikipidia. Ya…lumayan. Kalau ada yang berbicara masalah tersebut paham lah…meski belum cukup pede untuk nimbrung.

Sudah seminggu ini saya mencoba memberanikan diri untuk mendalami. Ya gimana lagi, mau tidak mau. Yo wis lah. Beberapa artikel sudah di download. Video sudah di tonton. Kemarin, saya pinjam sekitar delapan buku sebagai bekal. Tapi ya gitu. Meski sudah mulai nancap di kepala, untuk mengeluarkan menjadi kata-kata dalam bahasa Inggris ternyata masih susah.

Kali ini sepertinya harus dibuat versi Indonesianya terlebih dahulu biar lancar. Setidaknya untuk ‘mengikat’ apa yang sudah saya baca, lihat, dan dengar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s