Dua Chapter di bulan Februari 2017

Mungkinkah?

Memang sangat ambisius, dua chapter dalam waktu satu bulan. Bulannya pun Februari yang berjumlah 28 hari. Kalau dihitung jumlah kata, targetnya menjadi sekitar 12ribu kata. Dua Chapter tersebut adalah methodology dan conclusion.

Sebenarnya bukan juga tanpa perhitungan dalam menetapkan target ini. Dua tahun lalu saya menetapkan seratus ribu kata dalam setahun, hanya tercapai setengahnnya. Empat bulan yang lalu menetapkan tiga puluh ribu kata dalam tiga bulan, hanya tercapai dua per tiganya. Lumayan, ada peningkatan. Perkembangan terakhir, di bulan Januari 2017 saya bisa menulis sepuluh ribu kata dalam satu bulan.

Jika di lihat rata-rata jumlah harian, secara umum antara 400-700 kata. Namun ada beberapa hari dimana dalam satu hari bisa mencapai dua ribu kata. Wow….maklum, semester panik ternyata justru jadi pemompa yang dahsyat untuk menghasilkan tulisan.

Soal isi entahlah…yang penting target kuantitas tercapai dulu.

Pagi ini saya menerima email dari supervisor. Selain menawarkan pertemuan untuk membahas draft yang saya kirim, dia juga melampirkan hasil koreksian, 1/3 dari jumlah halaman draft yang saya kirim.

Hasilnya?

Sungguh draft saya terlihat seperti pelangi. Penuh warna-warni hasil editan. Biasanya saya tidak terlalu shock setiap kali melihat warna-warni tersebut. Justru senang karena saya jadi tau letak kesalahan saya.

Kali ini sedikit berbeda, ada sedikit rasa mirip-mirip nelangsa yang membuat saya berbisik, ‘duh’. Mungkin karena sudah sampai titik H-6 bulan. Disaat yang sama saya juga berharap bisa menyelesaikan target dua Chapter di bulan ini.

Kegalauan tersebut tidak terlalu lama, karena setelah saya baca dengan seksama ada kalimat supervisor saya yang baik hati tersebut: minor correction. Tulisannya memang cukup besar sehingga hampir seluruh halaman terlihat dominan dengan tulisan warna-warni. Saya sendiri agak sulit membaca. Jadi mending nunggu pertemuan minggu depan.

Saya cukup lega dengan kalimat ‘minor correction’ tersebut. Biasanya, kesalahan yang sering saya lakukan adalah masalah penggunaan kalimat atau kata yang dalam versi indonesia sudah pas, giliran saya nyatakan dalam bahasa Inggris bisa ditangkap berbeda oleh pembaca. Atau, dalam beberapa hal saya perlu memperjelas apa yang saya maksud. Ini yang sering terjadi, perasaan saya sudah mengatakan dalam tulisan, ternyata bagi supervisor masih juga dianggap belum menjelaskan. Smoga tulisan warna-warni tersebut sebatas masalah pilihan kata. Bukan nambah lagi penjelasan yang mengharuskan saya melewatkan seminggu dua minggu kembali ke chapter tersebut.

Kembali ke target.

Apapun, kalau lah nanti saya harus melakukan editing chapter yang baru saja saya serahkan ke supervisor saya. Target tetap sama, dua Chapter di bulan Februari. Untuk itu pula saya sempatkan menulis target itu di sini sebagai driver (bukan sopir lho ya)  agar selalu berfokus pada pencapaian target.

Bismillah….

Brunswick, 4/2/2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s