Rezeki itu datang dari arah yang tidak disangka-sangka

Sejujurnya agak berat kaki melangkah jika hanya untuk mendapatkan sebungkus roti tawar. Paling tidak butuh satu jam bolak-balik ke supermarket tersebut. Ada beberapa item melintas di kepala. Tapi, satu-satunya yang wajib dipenuhi adalah roti tawar. Yang lainnya, bisalah ditunda hingga beberapa hari.

Kalau mau menghemat waktu idealnya sekalian. Plus menghemat transport dan tenaga. Sayangnya saya hanya memiliki 4.8 dollar tersisa. Jadi? Biar lah tetap teguh dengan 4.8 dollar tanpa harus ‘meminjam’ jatah alokasi pengeluaran lain. Keluar rumah, masih saja terngiang: masak sih satu jam hanya digunakan untuk membeli sebungkus roti tawar. Tergoda untuk kembali dan ‘meminjam’ jatah anggaran lain. Tapi, ah …bukankah dulu juga bisa menikmati hidup yang serba pas-pas-an?

Tiba-tiba teringat, bukannya saya bisa sekalian mampir ke perpustakaan untuk meminjamkan buku Amira dan Ayla. Aha…lumayan.

Begitulah..sampai di supermarket ternyata saya mendapat rezeki yang tidak disangka-sangka. Chips kesukaan Ayla sedang diskon 50%. Dari rumah sebenarnya saya sudah terfikir untuk membeli chip tersebut. Tapi, kalau di hitung-hitungan 4.8 dollar tidak akan cukup karena masih harus membeli tepung tapioka juga.

Rezeki memang datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

Dengan riang saya pun menuju perpustakaan yang tak begitu jauh dari tempat perbelanjaan. Sekitar sepuluh menit memilih, akhirnya dapatlah sepuluh buku sebagai teman liburan Amira dan Ayla. Segera lah saya bergegas menuju computer peminjaman. Usai men-touch on kartu segera saya letakan kesepuluh buku tersebut untuk di scan. Beberapa kali saya tekan borrowing, tak ada respon. Beberapa kali saya coba. Tetap sama. Saya mulai curiga, jangan-jangan denda saya sudah melampaui batas. Seingat saya semua buku sudah saya kembalikan. Makanya, saya begitu percaya diri menuju perpustakaan.

Benarlah..setelah saya cek ternyata ada satu buku yang belum saya kembalikan. Terpaksa pulang tanpa membawa sebuah buku pun. Saya hanya bisa mesam-mesem sembari bergumam: Rezeki memang datang dari arah yang tidak di sangka-sangka. Tapi, ia juga bisa pergi dari arah yang tidak di sangka-sangka.

Dini hari saat hendak mempersiapkan worksheet Asmaul Husna, saya dibuat terpana. Hari itu Asmaul Husna yang harus saya persiapkan adalah Ar Razaq..Allah Sang Maha Pemberi Rezeki.

“Kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi. Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkannya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (Asy-Syura:12)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s