Stopwatch dan Literasi

Stopwatch ternyata bisa menjadi alat yang ampuh untuk menjadi sumber semangat Ayla. Terbukti dua hari lalu, saya yang kewalahan diajak berkompetisi menulis.

Beberapa hari sebelumnya setiap di ajak shalat atau membaca Ayla sering mengatakan, “give me ten minutes” atau “give me fifteen minutes”. Sudah begitu, setelah sudah cukup waktu diberikan, ia masih menawar lagi dengan angka yang berbeda. Hingga akhirnya dua hari lalu sang kakak memperkenalkannya dengan stopwatch yang ada di hape. Kalau biasanya tawarannya selalu di atas ten minutes, dengan stopwatch ia turunkan secara drastis, two minutes, 50 seconds, 30 seconds. Tak hanya itu, malam lalu ia pakai stopwatch untuk memakai mukena. Terbukti, langsung cekatan memakainya.

Di saat yang sama, beberapa hari sebelumnya saya sempat mendapatkan ide pembelajaran literasi dari youtube dan google yang cukup menarik. Namanya reading respond journal. Tentang hal ini akan saya bahas tersendiri. Intinya, untuk mengasah daya kritis anak atas buku yang dibaca, anak diberikan serangkaian pertanyaan.

Bersyukurlah, google dan youtube menyediakan sumber pertanyaan yang bermacam-macam. Dari beragam sumber itulah kemudian saya kumpulkan dan dibuat menjadi kartu-kartu yang rencananya akan dikemas dengan permainan. Saat saya perlihatkan printout bahan kartu-kartu tersebut, beserta gambar-gambar sebagai hiasan, mereka berdua langsung berebut. Mereka pun langsung sibuk memotong dan tanpa menunggu disuruh di dibuatlah kartu sesuai versi mereka sendiri.

Usai menggunting dan menempel Ayla mengeja beberapa pertanyaan. Ya sudahlah, saatnya misi dijalankan. Segera buku pinjaman dari perpustakaan setempat segera saya ambil dan siap untuk di ulas bersama dengan modal pertanyaan-pertanyaan tersebut. Rupanya Ayla berfikir lain. Ia justru mengajak untuk ‘berkompetisi’ menulis dengan pertanyaannya sendiri. Karena sabtu lalu ia baru saja tampil menari saman bersama teman-teman di KJRI Melbourne, ia meminta itu menjadi topik tulisan. Syaratnya secara bergantian kami menulis dengan memasang 2 menit 30 detik di stopwatch. Ternyata untuk waktu sependek itu ia hanya bisa menulis satu kalimat. Saya sendiri mendapat dua kalimat, dan satu kalimat yang belum selesai.

Ia ulang lagi dengan waktu yang sama untuk melanjutkan cerita hari sebelumnya yang belum usai. Setiap kali stopwatch dimatikan ia minta tulisan tersebut dibacakan. Begitulah…ia terlihat begitu bersemangat, tersenyum dan tertawa riang. Sayangnya tak lama kemudian saya harus menghentikan permainan karena sudah waktunya tidur.  Tak apalah liburan masih panjang….mau mencoba?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s