Selamat Ulang Tahun Instansiku Tercinta..

Setiap tahun jelang akhir Mei selalu saja memberikan satu harapan. Harapan yang sangat sederhana. Tapi setiap kali itu pula saya harua selalu kecewa. Bisa dibilang lebih dari sepuluh tahun harapan itu bersemayam. Tepatnya sejak pertama kali menjadi pegawai di instansi saya.

Jelang 30 Mei kantor saya selalu sibuk mempersiapkan ulang tahun. Beraneka kegiatan digelar, dari pertandingam olah raga, karaoke hingga bazar dan perlombaan anak pada puncak acara family gathering. Di saat itu lah harapan itu muncul. Ya, harapan mendapatkan door prize hadiah pertama berupa sepeda. Hanya saja, rupanya saya belum pernah seberuntung itu. Doorprize tertinggi yang saya peroleh barulah mangkok melamin.

Begitulah,  meski doa saya dalam setiap doorprize tak pernah terkabul rupanya Sang Pencipta mengabulkan doa saya dengan jalan lain. Seperti yang pernah saya ceritakan, saya mendapatkan sepeda gratis 4 buah sekaligus. Kini, hampir setiap hari saya bisa menikmati keriangan bersepeda sebagaimana masa kecil dulu.

Hari ini, saya hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk instansi saya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)I. Kemarin, 30 Mei 2016 instansi saya berulang tahun. Tepat berusia 33 tahun. Saya sendiri terhitung sudah 20 tahun tercatat sebagai pegawai. Bukan waktu yang pendek.

Saya sangat menikmati hari-hari di instansi saya. Entahlah. Mungkin karena saya termasuk orang yang banyak mendaptkan keberuntungan. Sehingga, riak-riak kecil kurang begitu terasa. Atau, bisa jadi karena kesediaan saya manerima takdir sebagai PNS di instansi saya. Atau mungkin karena saya ditempatkan di perwakilan dimana saya bisa selalu berkumpul dengan keluarga. Lagi-lagi, entahlah. Meski hingga saat ini golongan saya baru 3c saya masih enjoy saja. Bagaimana tidak enjoy kalau disuruh hidup di kota yang paling layak dihuni ya? Bagaimana tidak enjoy kalau mendapat kesempatan memadukan hobby dan pekerjaan.

Saya sendiri terus terang jarang mensyukuri status saya sebagai warga BPKP. Padahal, kantor ini telah memfasilitasi saya melintasi pulau hingga sempat terdampar di Kabupaten Masohi. Saya yakin tanpa bantuan google anda tidak akan menemukan kabupaten tersebut dalam kisaran 30 menit di buku Atlas. Baiklah, saya sampaikan saja Masohi terletak di pulau seram bertetangga dengan Ambon. Ingat ya, jangan dibaca dengan e lelet. Kala itu suasana masih cukup mencekam paska kerusuhan. Puing-puing kerusuhan bahkan masih bisa dlihat. Aroma kecurigaan antar kelompok masi bisa di rasakan. Sempat ragu. Tapi, saya terima juga tantangan untuk bertugas selama hampir enam bulan.

Di situ pula lah saya seolah dibawa sang waktu kembali pada suasana masa kecil saya di sebuah desa yang sepi namun penuh keramahan. Saya temukan suasana malam dimana para orang tua dan anak-anak bercengkerama riang ditengah terang purnama. Di kota ini pula saya bisa menikmati segarnya manggis, legitnya durian, dan manis kecutnya buah langsat sepuasnya. Namun, di tempat itu pula saya sangat membenci ikan setelah satu bulanan berturut-turut disuguhi ikan meski dengan berbagai ragam olahan.

Karena di instansi ini pula saya sempat melewatkan malam melintasi lautan dari masohi ke ambon dengan kapal kayu. Di instansi, ini pula saya sempat menjelajah pulau buton dan tentu saja berkeliling Sulawesi Selatan. Sayang, saat itu saya belum hobby menulis. Yang teringat kini hanyalah nama kota saja.

Di instansi saya ini pula saya mendapat kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang. Mengenal karakter, bertukar fikiran, mengelola emosi, beradu argumen, menjalin kerjasama adalah hal yang saya peroleh tanpa syarat. BPKP, dengan atau tanpa saya sadari, telah mengajarkan saya banyak hal, sekaligus memfasilitasi untuk mengoptimalkan seluruh potensi diri. Bekerja di BPKP setidaknya memaksa untuk terus belajar banyak hal dan dalam waktu yang sama ilmu yang sangat banyak pun saya peroleh.

Begitu banyak, namun begitulah. Untuk mengungkapkan rasa cinta pun terkadang saya harus menyatakannya dengan bertelikung: aku mencintai pekerjaanku, bukan instansiku. Hmmm…nikmat Tuhanmu manalagi kah yang harus kamu dustakan Nur Ana Sejati..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s