Tips Menulis Hypnotic Writing

“Bunda, do you know ‘ehuuk’? (e lelet).

Seperti biasa, saya hanya terdiam sesaat sembari menerka arah pembicaraan anak grade 5 tersebut. Salah-salah dia akan tersenyum dan berucap ‘ha..ha…you loose’ atau, ia akan bertanya lagi seolah tidak percaya “you don’t know ‘ehuuk’?”. Hingga kemudian dilanjut lagi, “how come you don’t know about ‘ehuuk’. Dalam fikirannya orang yang lebih tua lebih tau segalanya.

Ada dua kemungkinan jawaban atas ‘ehuuk’, ahok atau a hook? Kalau ahok, dari mana dia tau tentang gubernur DKI yang memang sedang hot dbicarakan di media social? Bisa jadi juga karena dia membaca postingan di fesbuk. Cuma, sepertinya tidak mungkin. Kalau a hook, saya yakin dia pasti tau.

Lalu, saya balik tanya, maksudnya Ahok? Dari ekspresinya, saya yakin bukan Ahok yang dia maksud. Saya tanyakan lagi. Atau a hook? sembari saya menunjuk paku untuk menggantung cermin kecil di dinding.

Benar, dugaan saya. Ia bertanya lagi seolah tidak percaya. ‘You don’t know ‘ehuuk’?.

Saya coba menerka-nerka. Pastilah ada hubungannya dengan pembelajaran di sekolah. Satu-satunya yang terlintas adalah kata ‘paku’. Angan saya terbawa pada buku hypnotic writing yang ditulis oleh Joe Vitale yang pernah saya baca beberapa tahun silam. Dalam buku tersebut Joe mengatakan bahwa tulisan yang menarik haruslah mampu memaku perhatian pembaca mulai dari kalimat pertama hingga kalimat paling akhir. Joe sangat menekankan pentingnya memilih kalimat yang tepat untuk ‘memaku’ perhatian pembaca sebagai kalimat pembuka.

Keberhasilan pemilihan kalimat ini akan menentukan apakah suatu tulisan akan dibaca sampai tuntas. Atau sebaliknya, bablas…blas tidak dibaca sama sekali.

Penjelasan Joe ini ternyata juga sangat ampuh untuk mengusir rasa ‘sakit hati’ saya kepada salah seorang dosen beberapa tahun sebelumnya. Saat itu dosen saya mengatakan bahwa secara umum essay yang dikumpulkan mahasiswa pada dasarnya argumennya hampir sama. Perbedaan penilaian antara satu mahasiswa dengan yang lainnya ditentukan oleh introduction dan conclusion.

Nilai saya waktu itu sebenarnya tidak terlalu jeblog. Bahkan menurut saya argumen yang saya bangun cukup kuat. Plus disertai dengan contoh-contoh (qqq…terlalu pd). Sayangnya, waktu itu saya tidak terlalu menaruh perhatian pada introduction dan conclusion. Pikir saya, asal jelas kemana arah essay dan menjawab pertanyaan, cukuplah.

Hasilnya? Begitulah….membuat kecewa. Mungkin saya akan terlalu kecewa jika alasannya karena argumen saya tidak terlalu kuat. Lha ini? Introduction dan conclusion.

Joe Vitale, sepertinya, memang dikirim untuk menyadarkan kesalahan saya. Begitu dahsyat kekuatan kalimat pertama hingga dosen saya pun menjadikannya sebagai kriteria pernilaian, selain tentunya isi.

Ternyata benar, ‘ehook’ yang dimaksud Amira adalah ‘paku’ sebagaimana penjelasan Joe Vitale. Sebagaimana yang pernah saya ceritakan beberapa bulan lalu bahwa writing mendapatkan porsi jam belajar yang cukup banyak. Tak heran kalau a hook pun sudah diajarkan di grade 5, sementara saya baru tau setelah ‘bertemu’ dengan Joe Vitale saat usia tiga puluhan.

Begitu pentingnya ‘ehuuk’ ini lah yang membuat Amira berkali-kali menghapus intro narrative writingnya. Kebetulan, ia mendapat tugas untuk membuat narrative writing dengan tema unexpected person.

Dan karena ‘ehook’ ini pula yang membuat saya galau selama hampir seminggu mencari kalimat pembuka presentasi pada conference pertama saya. Di satu sisi, bisa saja pasrah dengan mengikuti alur thesis. Hanya saja, kok sepertinya membosankan. Jadi, saya putuskan untuk menuruti kegalauan sembari terus mencari ‘pintu masuk’ yang tepat dan menarik untuk menjelaskan apa yang saya lakukan selama tiga tahun ini. Paling tidak bisa jadi template untuk menjelaskan kepada siapa saja, khususnya untuk mereka yang berasal dari latar belakang yang berbeda.

Hingga akhirnya, saya memilih Ahok untuk menjadi ‘ehuuk’ untuk mengantarkan pembahasan tentang framework pemanfaatan informasi kinerja.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s