Mengapa Rasulullah SAW disusui oleh Halimah? (Seri Sirah Nabawiyah 01)

Entah sudah berapa lama saya tidak membaca buku sirah nabawiyah. Beberapa hari lalu, saya mencari beberapa artikel atau buku melalui google. Harapannya bisa mendapatkan edisi khusus anak-anak. Sayangnya, dari yang saya temukan, belum ada sirah nabawiyah yang dikemas dengan bahasa anak-anak. Tapi, Alhamdulillah, ada video yang bisa dilihat di link https://www.youtube.com/watch?v=f56MkqM8wFk. Artikel-artikel yang saya dapatkan isinya hampir sama. Dimulai dari kisah Rasulullah sejak kelahiran hingga masa kenabian dan wafatnya beliau.

Membaca kisah Nabi Muhammad seperti mengulang ingatan semasa kecil saat guru menerangkan tentang ayah, ibu, paman, dan kakek beliau. Termasuk kelahiran beliau di tahun gajah. Hanya saja, seiring dengan semakin banyaknya jumlah usia, ada beberapa hal yang menggelitik untuk dipertanyakan. Ah…mungkin bukan dipertanyakan. Hanya karena saya kurang membacanya saja.

Mungkin rekan-rekan juga masih ingat bahwa beberapa hari setelah Rasullullah dilahirkan, beliau tidak disusui oleh sang ibu, yaitu Aminah. Melainkan justru disusui oleh Halimah binti Sa’adiya. Hal ini lah yang menjadi pertanyaan saya. Mengapa Rasulullah SAW justru di susukan kepada Halimah? Bukankah kalau kita mengacu pada artikel-artikel tentang parenting saat ini, seorang ibu dianjurkan untuk menyusui anaknya? Salah satu alasan yang biasa kita dengar adalah untuk membangun bonding antara ibu dan anak.

Tak butuh waktu lama untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan tersebut. Ya, sepertinya saya harus bersyukur dengan internet karena membantu memuaskan rasa ingin tahu. Hingga akhirnya saya mendapatkan pencerahan dari DR Yasir Qadhi. Masih ingat nama beliau?

Saya sempat menyebut nama tersebut dalam tulisan tentang Yahudi dan Zionis. Baiklah, saya perkenalkan kembali saja. Nama lengkapnya Abu Ammar Yasir Qadhi. Menurut info dari almaghrib.com, beliau adalah ulama Amerika keturunan Pakistan yang saat ini menjadi dekan pada Al-Maghrib Institute di Amerika dan telah menulis banyak buku. Beliau lahir di Houston Texas. Lulus bachelor degree Chemical Engineering dari University of Houston dan dari Colege of Hadith and Islamic Science dari Islamic University of Madinah di Madinah Saudi Arabia. Ia mendapatkan gelar M.A. dalam bidang Islamic Theology dari College of Dawah dan doctor di bidang Theology dari Yale University, Connecticut.

Sengaja saya kutip biografi beliau karena saya ingin merangkum men-share ceramah-ceramah beliau, terutama dalam hal sirah nabawiyah. Sebagai informasi, Yasir Qadhi telah mengeluarkan banyak sekali video-video ceramah beliau menarik dan mencerahkan. Selain itu juga menawarkan warna lain. Mungkin, karena background beliau yang hidup di negara dimana muslim menjadi minoritas, maka tantangan yang dihadapi pun juga berbeda.

Saya cukup beruntung karena ternyata seluruh ceramah DR Yasir Qadhi terkait sirah sudah di transcript sehingga memudahkan untuk merangkum.

Baiklah, langsung saja. Mengapa Rasulullah tidak disusui oleh Sang Ibu dan malah disusukan kepada Halimah binti Sa’adiya? Begini penjelasan Yasir Qadhi:

DR Yasir Qadhi sendiri juga menyatakan “this seems strage to us”. Namun,ternyata hal ini telah menjadi tradisi bangsawan suku Quraish, bukan masyarakat umumnya. Alasan-alasannya adalah:

  1. Mereka ingin sang anak dibesarkan di lingkungan yang sehat dan alami. Angka kematian bayi saat itu sangat tinggi. Dengan menjauhkan bayi dari kehidupan perkotaan diharapkan dapat meningkatkan harapan hidupnya.
  2. Mereka ingin membangun stamina anak dan mendidik dengan kerasnya hidup di padang pasir. Meski kehidupan di Mekah juga sangat keras, mereka ingin membesarkan anak-anak dengan hidup yang lebih keras sehingga mereka terbiasa menghadapi sulitnya hidup di Makkah. Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak memiliki cara tersendiri untuk dapat membahagiakan hidupnya seberapa keras hidupnya. Menurut DR Yasir Qadhi “it’s human nature childrent adapt to circumstances”.
  3. Tumbuh di padang pasir jauh dari keluarga akan menjauhkan anak dari kemanjaan yang biasanya diberikan oleh kerabat. Yasir Qadhi menyebutkan bahwa sebagaimana keras orang tua mendidik, kakek-nenek, paman, dan tante senang memanjakannya. Hidup jauh di padang pasir jauh dari orang tua dan kerabat diharapkan dapat membentuk kedisiplinan anak.
  4. Para perempuan yang menyusui anak berasal dari suku yang memiliki ketinggian Bahasa Arab. Dalam hal ini DR Yasir Qadhi mengatakan “..known for fluency in Arabic”. Sebagaimana kehidupan kota, Bahasa di kota Makkah sudah banyak berubah. Sebagai contoh, untuk saat ini koran-koran Bahasa Arab 30% mengandung konten Bahasa Inggris. Hal-hal seperti ini tidak akan terjadi di padang pasir. Masyarakat Arab saat itu memikirkan dampak jangka panjangnya. Mereka mengirimkan anak-anak mereka pada sebuah suku yang masih berbahasa Arab asli. Yang paling terkenal adalah suku dari Banu Sa’d ibn Bukr. Suku ini lah yang merawat Nabi Muhammad SAW.

Keempat hal itulah yang menjadi alasan mengapa Rasulullah SAW disusukan kepada Halimah binti Sa’adiya. Di akhir kajian seri early childhood, Yasir Qadhi menjelaskan apa hikmah dibalik semua cobaan yang dihadapi beliau. Dia katakan: Why did Allah put so much trials on a young child? Why did he put the orphan situation upon our prophet PBUH? If Allah had willed he could have loving parents and born in luxury. Dalam hal ini alasan-alasannya adalah:

  1. Sebagaimana penjagaan Allah kepada Musa AS, Allah juga lah yang akan menjaga Rasulullah secara langsung.
  2. Kehidupan yang keras sebagai anak yatim membentuk karakter yang kuat, mandiri, dan bijaksana. Berbeda dengan anak-anak yang dibesarkan dengan kemewahan yang justru cenderung akan membuatnya manja.
  3. Menjalani kerasnya hidup membuat kita bisa merasakan arti kemiskinan dan susahnya hidup yang justru bisa membuat kita lebih sensitif terhadap penderitaan orang lain.
  4. Hikmah Rasulullah dirawat oleh Banu Sa’ad adalah beliau memiliki kemampuan Bahasa arab yang sangat baik.  Dalam hal ini Yasir Qadhi mengatakan: “This facilitated the prophet PBUH being raised in the Banu Sa’ad so that he could be the most elequent of the arabs. And its known the prophet PBUH spoke the best arabic and there is a hadith that the prophet PBUH said “I have given the most profound speech”. Hadist Riwayat Abu Dawud: Bahwasanya perkataan rasuluLLAH SAW itu selalu jelas sehingga bisa difahami oleh semua yang mendengar.”

Sebagaimana saya nyatakan di atas, DR Yasir Qadhi telah membuat puluhan video kajian sirah nabawiyah. Terus terang, video tersebut sangat memudahkan dalam mempelajari kisah-kisah serta pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kehidupan Rasulullah SAW. Bahasa Inggrisnya mudah di pahami karena Yasir Qadhi dikenal sebagai ahli tajwid yang dalam pengucapan setiap kata-kata Bahasa Inggrisnya pun begitu jelas. Banyak juga yang sudah ada subtitle Bahasa Indonesianya.

Beberapa tahun lalu saya juga pernah mencoba membaca buku Sirah yang ditulis oleh Said Ramadhan Al Buthi. Buku yang bagus. Namun, dengan adanya video yang mengkaji sirah dari DR Yasir Qadhi, mempelajari kisah Rasulullah SAW serasa lebih mudah. Video tersebut juga menekankan analisis karena tidak hanya menelaah secara kronologi tapi juga alasan-alasan serta pelajaran dibalik kisah tersebut. Bahkan, jujur saja mendengar kisah sang teladan, tak hanya untuk seri early childhood ini membuat hati tersentuh dan menitikkan airmata menyaksikan begitu besar cobaan yang dihadapi serta keagungan akhlaq beliau. DR Yasir Qadhi memang mampu memaparkan kisah Rasulullah SAW dengan sangat baik hingga membuat kita serasa hanyut terbawa kisah.

Lebih dari itu, ada hal-hal lain yang baru saya sadari saat ini terkait sirah nabawiyah ini. Dalam seri why study sirah, Yasir Qadhi mengatakan bahwa sirah nabawiyah adalah “the biography of the best human being”. Lanjutnya lagi “By studying the sīrah, we also see the life and times of the best generation who ever lived and that is the generation of the Ṣaḥābah”. Sirah adalah biografi manusia terbaik, sekaligus generasi terbaik sepanjang masa. Jadi, sebelum membaca dan memdalami biografi tokoh lain sepertinya saya harus menuntaskan kisah ini terlebih dahulu.

Alasan kedua yang juga menarik untuk dicermati adalah bahwa mempelajari sirah akan membantu dalam memahami Qur’an. Dalam hal ini Yasir Qadhi mengatakan “it helps us to understand the Qurʾān. The Qurʾān is a very complex book, a very profound book, and it cannot be understood without context”. Katanya, Qur’an tidak bias dipahami tanpa memahami konteks kejadian suatu peristiwa. Misalnya, mengapa Allah mengharamkan Khamr? Mengapa Allah melarang riba? Dari sirah inilah kita akan mengetahui apa tujuan diharamkannya khamr dan riba serta bagaimana kronologis cerita yang mendasari turunnya ayat Al Qur’an.

Sama halnya dengan mengapa Rasulullah SAW disusukan kepada Halimah dan bukan oleh ibunya sendiri, butuh pemahaman mendalam atas konteks budaya dan kondisi sosial masyarakat Arab pada masa itu. Jika tidak, akan mudah sekali terperangkap pada prasangka-prasangka yang belum tentu benar.

Wallahu a’lam…

link video:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s