Mungkinkah MUI mengeluarkan label halal untuk makanan haram?

12651207_1549094895405502_7583029849248619756_nstatus halal

Pernah membaca info tentang es krim berlabel halal namun mengandung pork? Saya sendiri baru membacanya pagi tadi dari status seorang kawan yang kebetulan men-share dari status seorang ibu yang kebetulan mendapati es krim yang dibeli berlabel halal namun setelah di cross check dengan daftar kode yang dimilikinya, ada bahan-bahan yang diharamkan.

Bagi saya status tersebut mengundang penasaran. Masak sih ada label halal tapi ada kandungan babi? Apa mungkin MUI berani mempertaruhkan reputasinya untuk mengeluarkan label halal tapi ada ingredient es krim yang diharamkan?

Kalau bukan karena status teresebut sudah di share sebanyak 17.380 kali hingga tadi pagi, mungkin saya tidak akan membuat notes ini.

Bisa jadi karena setiap saat saya selalu mengandalkan kode-kode tersebut untuk menentukan makanan yang kami konsumsi. Hidup di negara di mana muslim menjadi minoritas muslim membuat daftar tersebut menjadi sangat sangat penting. Memang ada beberapa jenis makanan yang sudah mendapatkan label halal. Tapi tidak banyak.

Label halal memang bukan satu-satunya yang menentukan suatu makanan halal untuk dikonsumsi. Prinsipnya dalam hal muamalah kan semua dihalalkan, kecuali ada hal-hal yang membuatnya menjadi haram. Jadi, kalau label halal tidak ditemukan, langkah yang kami tempuh adalah dengan mengacu pada kode tegfsebut.

Beberapa kali saya mendapati beberapa bahan, terutama emulsifier, anti oksidan dan zat pewarna, yang tidak ada dalam daftar tersebut.

Seperti beberapa hari lalu saat kami chek chewing gum Amira dan Ayla saya tidak mendapatkan beberapa kode makanan dalam daftar yang kami miliki. Cukup lama untuk mencari informasi tersebut di google. Hingga Ayla pun beberapa kali menanyakan dan berharap-harap cemas: is it halal?

Betapa gembiranya anak itu setelah mendapati bawa chewing gum-nya halal. Dari hasil googlingan kami mendapatkan bahwa chewing gum tersebut bisa dikonsumsi oleh vegan. Artinya permen tersebut tidak mengandung unsur binatang apapun.

Info tentang kehalalan produk biasanya kami peroleh dari googlingan, diantaranya dari web yang khusus membahas halal haram, atau dari email customer service perusahaan yang menyatakan bahwa makana tersebut tidak mendandung babi atau hewan lain kecuali disembelih yang memenuhi kriteria kehalalan. Jika informasi tentang hal tersebut tidak kami peroleh biasaya kami lebih memilih tidak mengkonsumsinya.

Bagaimana dengan status yang saya sebutkan di atas, sebelum memeriksa daftar kode yang terpasag di hp, ada hal yang terlihat janggal dalam foto tersebut. Maksud saya begin, coba perhatikab lingkaran merah pertama. Disitu di sebutkan emulsifier (e471-plant originated?). Menurut sang pemilik status, e471 inilah yang diduga mengandung babi. Dia mendasarkan pendapatnya pada daftar yang di rilis oleh anjad khan.

Hanya saja, dengan keterangan plant originated, bukankah ini sudah mengindikasikan bahwa emulsifier diperoleh dari tumbuhan. Jadi, bukan dari binatang yamg diharamkan. Untuk E410 dan E412, daftar yang saya miliki menyatakan ‘halal’ untuk keduanya. Ini berbeda dengan e471 yang dinyatakan mushbooh. Halal if it is from plant fat, haram if it is from pork fat.

Jadi jika ada makanan yang mengamdung e71 ini memang harus dipastika . Tidak serta merta haram. Tergantung bahannya, jika dari tumbuhan jelas halal, jika dari pork haram. Kalau dari sapi atau ayam? Untukbhal ini perlu ditanyakan ke customer service apakah sapi atau ayam diperoleh dari butcher atau pemotonan hewan yang halal.

Hal lain yang menurut saya menarik untum ditelusur tentunya sumber daftar yang dimiliki sang pemilik status. Dari gambar yamg diposting dafter tersebu dirilis oleh anjad khan.

Dari hasil googlingan saya justru menemukan hal menarik. Dari tulisan Nanung Danar Dono PhD Student at College of Medical, Veterinary, and Life Sciences, uUniversity of Glasgow, kejadian ini bukan yang pertama. Magnum juga pernah mendapatkan tuduhan itu. Saat itu yang dituduhkan juga sama e471. Atas hal berta tersebut sudah dinyatakan sang penulis hoax. Nanung juga sudah mencari informasi tentang anjad khan ini. Begini hasil penelusurannya:

“Saya tertarik mencari tahu siapakah Anjad Khan ini. Saya coba melacak menggunakan search engines Google dan Yahoo, dengan kata kunci Anjad Khan. Dari 14 halaman yang saya buka, alhamdulillah akhirnya ketemu…! Ada 2 orang, yang satu Anjad Khan, tinggal di West Yorkshire, UK. Yang kedua orang Pakistan, yang bekerja sbg konsultan di Neuro Clinic, Medical Practice Industry, Pakistan. Keduanya bukan staf di sebuah lembaga yang bernama Medical Research Institute United States.

Kemudian, kalau saya ganti kata kuncinya dengan Amjad Khan, maka yang muncul ada 3 orang. Amjad Khan pertama adalah bintang film India (Bolywood). Amjad Khan kedua adalah pemain Cricket Inggris kelahiran Copenhagen, Denmark. Kedua ‘Amjad Khan’ ini tidak terkoneksi dengan sebuah lembaga yang bernama Medical Research Institute United States (kalaupun lembaga tsb ada). Amjad Khan yang ketiga adalah Amjad Khan yang ada pada artikel (hoax) ini. Dari data-data tsb saya simpulkan bahwa nama Anjad/Amjad Khan di artikel ini adalah nama fiktif.”

Jadi?

Please…please….cermatlah dalam memilih, memilah, membaca, dan membagikan informasi. Dengan jumlah share hingga mencapai angka 17ribu bukankah ini mengindikasikan bahwa masih banyak dari para pengguna fesbuk yang men-share tanpa meneliti kebenaran informasi? Jelas, perusahaan es krim dirugikan. Demikian halnya dengan MUI karena kredibilitasnya terkait logo halal diragukan.

Internet memang memfasilitasi kita untuk mendapatkan banyak informasi. Setiap orang bisa mengupload apa saja tanpa saringan. Siapa lagi kalau bukan kita yang akan menyaring bahwa berita yang kita share adalah benar atau hoax kalau bukan kita sendiri?

Termasuk, memastikan bahwa apa yang sedang anda baca saat ini adalah informasi yang layak untuk di share atau tidak.

Wallahu a’lam…..

Suatu hari di kereta menuju dan dari footscray….

Nur Ana Sejati

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s