Mari mengenal Yahudi Anti-Zionisme

Pernah menyaksikan film Arranged (Married) 2007? Mungkin pertanyaan saya harus lebih spesifik: Yang mana? Memang banyak versi film semacam ini. Cuma, yang ini beda. Saya sendiri tidak sengaja menemukannya saat saya sedang mencari film-film berlatar belakang sejarah Eropa. Dari judulnya saya sudah berfikir, ah..paling seperti sinetron-sinetron perjodohan. Tapi, entah mengapa jari saya memilih untuk meng-click Arrenged Married 2007.

Tayangan komunitas muslim di Brooklyn, New York , yang mengawali film ini membuat saya semakin penasaran. Apalagi kalau bukan kekhawatiran adanya stereotyping terhadap kaum muslimin. Rupanya, ‘tuduhan’ saya salah. Film ini justru membidik perspektif lain yang justru jauh lebih menarik dari judulnya sendiri. Apakah itu? Ya, sebuah persahabatan antara seorang wanita Yahudi Ortodoks dan muslimah berjilbab. Menarik bukan? Saya yakin setelah membaca resensi ini anda akan langsung berlari ke YoutubeJ.

Menurut Wikipidia, film ini disutradarai oleh Diane Crespo dengan penulis naskah Stefan Schaefar dan dibuat berdasarkan kisah Rochel Meshenberg, seorang Yahudi Ortodoks dengan sahabatnya seorang muslimah bernama Nasira. Film ini mendapatkan penghargaan di Berkshire international film festival, the Brooklyn International Film Festival, The Washington Jewish Film Festival dan telah didistribusikan ke 40 negara. Saya sendiri tidak tau apakah film ini diputar di Indonesia. Yang jelas, saat saya coba cari resensi film ini dalam versi Indonesia, saya hanya mendapatkan satu tulisan. Itupun sangat singkat.

Alur ceritanya singkatnya begini. Rochel dan Nasira Khaldi bertemu saat keduanya menjadi guru di public school di Brooklyn. Kedua orang tua mereka sangat ingin masing-masing mereka segera menemukan jodohnya. Orang tua Rochel meminta bantuan matchcaker atau semacam biro jodoh khusus bagi para penganut Yahudi Ortodoks. Begitu halnya dengan orang tua Nasira yang juga mencoba mencarikan jodoh sang anak.

Mereka menghadapi satu tantangan yang sama saat di sekolah, yaitu dari kepala sekolah bernama Jacoby, yang merupakan seorang Yahudi sekuler. Jacoby seringkali mendiskreditkan penampilan mereka berdua. Rochel yang selalu berpakain rapi, lengan dan rok panjang, serta Nasira yang memakai hijab dianggap ketinggalan jaman. Di kelas pun demikian, Nasira dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan tentang hubungan antara Yahudi dan Islam yang menurut anak-anak saling membenci. Di saat yang sama Rochel justru mampu menjembatani pertanyaan ini dan menunjukkan kepada anak-anak bagaimana menghormati perbedaan latar belakang masing-masing dengan permainan unity circle.

Singkat cerita, Rochel diharuskan orang tua untuk menjalani proses perjodohan. Beberapa pria sudah diperkenalkan, dari yang pemalu sekali, hingga yang malu-malu-in. Semuanya tidak ada yang pas di hati Rochel. Sebenarnya Rochel mulai gerah karena perjodohan, hingga akhirnya sempat pergi dari rumah dan menemui sepupunya yang sudah mulai meninggalkan ajaran Yahudi Ortodoks. Di sisi lain, Rochel juga tidak merasa nyaman dengan gaya hidup sang sepupu yang akrab dengan pesta, minuman keras, dan pergaulan bebas.

Suatu ketika, Rochel diajak Nasira menemui adiknya di perpustakaan kampus. Tanpa sengaja, Rochel dibuat terpesona oleh salah seorang teman adik Nasira. Hal ini ditangkap oleh Nasira. Beberapa hari kemudian Nasira mencoba mencari informasi tentang teman adiknya tersebut. Dengan berlagak menjadi seorang mahasiswa jurnalisme yang sedang melakukan penelitian, ia wawancarai teman adiknya. Pria tersebut rupanya seorang Yahudi Ortodoks juga. Tak lupa secara sembunyi-sembunyi ia ambil foto pria tersebut. Segera setelah semua informasi tentang pria tersebut terkumpul ia mendatangi matchmaker Rochel. Sampai disini, saya yakin anda bisa menebak cerita selanjutnya. Atau silakan langsung ke TKP.

Menyaksikan film ini membawa rasa penasaran saya untuk menelusur informasi tentang keberadaan Yahudi Ortodoks di Amerika, apa dan bagaimana ajaran mereka. Termasuk, bagaimana hubungan Yahudi dan Islam menurut pandangan para tokoh Islam.

Menurut mbah Wiki, Yahudi Ortodoks adalah cabang dari agama Yudaisme yang menganut ajaran tradisional Yahudi dengan menerapkan hukum Taurat yang tercantum dalam kitab Talmud. Yahudi ortodoks dapat ditelusur kemunculannya pada awal abad ke 19 sebagai respon atas gerakan reformasi kepercayaan Yahudi seiring dengan lahirnya zaman pencerahan yang mengedepankan kebebasan, kemajuan, akal, toleransi, dan persaudaraan (liberty, progress, reasoning, tolerance, and fraternity).

Yahudi ortodoks memiliki beberapa aliran, termasuk Yahudi Ortodox Modern dan Ultra Ortodoks atau Yahudi Heredi, dan Yahudi Hasidic. Yahudi Ortodoks Modern sebagaimana namanya, termasuk Yahudi yang bersedia beradaptasi dengan dunia modern. Masih menurut wikipidia, Yahudi ini termasuk pro-zionist dan mengakui nilai dan pentingya sekularisme, diantaranya kesamaan pendidikan antara pria dan wantia. Berbeda dengan Yahudi Heredi yang menolak sekularisme. Para penganut heredi ini sering juga dijuluki Ultra Ortodox karena dianggap sangat kaku. Penganut heredi menganggap mereka adalah kelompok yahudi yang paling otentik, yang tentu saja ditolak oleh kelompok lain. Yahudi heredi ini sangat keras menentang Zionisme.

Populasi heredi ini tidaklah banyak. Di Israel sekitar 750ribu (dari 7.5 juta warga Israel). Di Amerika jumlahnya di tahun 2000 mencapai 360 ribu (7.2 persen dari seluruh yahudi yang berjumlah 5 juta). Jumlah ini diperkirakan meningkat sebesar 9.4 persen menjadi 468 ribu di tahun 2006. Ternyata Brooklin merupakan pusat heredi terbesar. Di Brooklin ini lah setting film Arranged Married.

Dari sisi penampilan Heredi ini mudah dikenali. Untuk pria, mereka memakai lengan panjang putih di lapisi jas hitam dengan memakai topi laken. Para pria ini juga memiliki model rambut yang berbeda dengan memanjangkannya sedikit di sisi kanan dan kiri (silakan di cek saja sendiri di video atau di google image). Sedangkan untuk wanita, sama dengan Rochel, memakai lengan panjang dan sampai menutup kaki. Untuk yang sudah menikah mereka diwajibkan untuk menutup rambutnya. Ibu Rochel sendiri memakai semacam ciput yang biasa ibu-ibu. Mereka biasanya memaka wig sebagai penutup rambut.

Informasi tentang Yahudi Heredi, atau Ultra Ortodoks ini cukup banyak di Youtube. Diantaranya adalah aksi anti-zionist yang diselenggarakan setiap tahun sebagaimana dalam link video berikut: https://www.youtube.com/watch?v=Gg9jPp8vRjI. Dalam video ini, mereka mengatakan bahwa “zionist do not represent jews”, “zionist is against torah law, against jewish law”.

Untuk membedakan antara Yahudi dan Zionist ini, baiklah saya kutipkan saja apa itu definisi zionisme. Zionisme berasal dari bahasa Ibrani: Tsiyonut yang merupakan gerakan nasional orang Yahudi dan budaya Yahudi yang mendukung terciptanya sebuah tanah air Yahudi di wilayah yang didefinisikan sebagai Tanah Israel (Wiki).

Untuk memvalidasi pernyataan para pengikut Yahudi ultra ortodoks terkait zionisme ini saya mencoba mencari jawab pada sumber yang saya anggap bisa diandalkan. Jujur saja saya belum memiliki referensi yang mendalam tentang hal ini. Ketemulah saya dengan Yasir Qadhi. Beliau adalah ulama sekaligus Dean of Accademic Affairs di Al-Maghrib Institute, Amerika. Beliau hafiz qur’an, menyelesaikan sarjana Arabic Language dari Islamic University of Madinah, PhD Islamic Studies dan Mphill Islamic Studies dari Yale University, serta BSc Chemical Engineering University of Houston. (Jika anda penasaran, silakan ketik di Youtube nama beliau. Banyak sekali ceramah-ceramah beliau yang mencerahkan terutama terkait masalah-masalah kontemporer).

Dalam video yang berjudul 2014: the shaping of the modern muslim world- part 1 (lihat link https://www.youtube.com/watch?v=Czj1VgSudbE&feature=youtu.be), tepatnya mulai detik ke 58, beliau mengatakan:

“Dear Muslims, let us not confuse Anti-Zionism with Anti-Jewishness. We have to be very careful here. Many many Muslims confuse the two together. We are Anti-Zionist. We are not Anti-Jewish.

We are Anti-Zionist, and we criticize Zionism. As for Jews, they are Ahlul Kitab (people of the book). And the Sharia has and always will grant them rights that are known to all of us.

And historically speaking, Jews and Muslims always found sympathy and comfort against the Christians; in the Crusades… And throughout history whenever the Christians persecuted the Jews, the Jews always found safe passage in Muslim lands. This is an undeniable and historical reality.

And that is why there were large groups of Jews living in Muslim lands, up until the creation of Israel. You Arabs know this! Yemeni Jews, Moroccan Jews, Tunisian Jews, Jews around the world, there’s a Jewish Synagogue in Cairo!… which is now empty because of Zionism, right?

Jews flourished in Muslim lands. And historically speaking, there was not the type of animosity that exists right now. And unfortunately, in our anger against Zionism, many Muslims have become Anti-Semitic and Anti-Jewish. And this is a problem.

And let me tell you from my own experiences; some of the most vocal and effective critics of Zionism, are Jews.”

Dalam video tersebut, Yasir Qadhi mewanti-wanti kaum muslimin untuk membedakan antara anti-zionisme dan anti-yahudi. Ia katakan, “kita anti-zionist, tapi kita tidak anti-yahudi. kita anti Zionist dan kita mengkritik zionisme”. “Sayangnya, karena kemarahan kita terhadap zionisme, banyak muslim yang anti-semit dan anti-yahudi”. Yasir Qadhi juga mengatakan bahwa yang paling keras dalam mengkritik zionisme adalah Yahudi. Dalam video yang berjudul Did Muhammad discriminate Jews? – Stories from the Seerah Lessons & Morals ( https://www.youtube.com/watch?v=ceKnluPytGg), Yasir Qadhi juga mengatakan bahwa: The Prophet (Muhammad) did not ever mistreat any group of people because of their ethnicity but because of what they had done”. Menurut Yasir Qadhi, Rusulullah tidak pernah memperlakukan seseorang hanya karena etnis mereka, tapi karena perbuatan mereka.

Jadi?

Membedakan antara Yahudi dengan Zionis terasa begitu penting manakala kita mencoba menariknya pada stigma terorist yang ditujukan oleh para pendukung Islamophobia. Mungkin sama halnya mereka, kita juga tidak mau dituduh sebagai teroris hanya karena ulah sebagian kecil umat islam.

Wallahu a’lam.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s