Nak, kemarin daylight saving. Mulai kemarin, siang semakin panjang. Semakin lama pula malam tiba. Kau tau, kakak-kakakmu begitu gembira menyambutnya. Mereka berharap semakin lama pula mereka memiliki waktu bermain.

Anganku pun melayang saat kau masih ada. …..tapi, bukankah hampir setiap saat kau selalu ada dan terus hidup dalam anganku, Nak.

Saat itu, kau tak bisa menahan diri untuk mengikuti kakak-kakakmu yang selalu ingin berlarian, bersepeda, atau sekedar memanjat pohon di halaman depan. Kau selalu memanggilku seolah tak sabar ingin menyusul kakak-kakakmu sembari jari telunjukmu menunjuk ke pintu berharap aku mau menemanimu bermain bersama mereka. Masih teringat lekat saat kau duduk antara tertawa riang dan menangis tak sabar karena berharap aku segera memaikan sepatu yang sudah kau siapkan. Masih teringat lekat saat kau memakai jumper biru itu dan berlari keluar mengejar kakak-kakakmu.

Beruntunglah kita memiliki tetangga yang baik. Mereka tidak pernah mempermasalahkan ‘keributan’ kita. Aku masih ingat, hampir setiap sore kita melewatkan waktu di halaman building kita. Di saat seperti itu aku biasa menemanimu sembari berbincang dengan wanita filipina yang sangat menyayangimu itu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s