6 Juli 2013

Minggu lalu, tepatnya tanggal 6 Juli aku, ayahmu dan kedua kakakmu menempati tempat tinggal yang baru. Kau tau, ada yang terasa hilang saat kutinggalkan tempat dimana kita selalu bersama. Meski kau tak bersamaku lagi, ditempat itu aku selalu merasakan kehadiranmu setiap saat. Seluruh sudut ruangan, dari dapur hingga kamar mandi semua menyimpan jejak kakimu.

Ah, tempat itu begitu indah kurasakan. .

Kau pasti juga masih ingat saat kau selalu duduk di jendela ruang tamu yang kebetulan sisi bawahnya bisa kau jangkau. Di situ kau biasa duduk bersama kakakmu Ayla. Tapi, saat itu juga aku sering menyuruhmu untuk segera turun. Aku khawatir karena kaca jendela tepat ada di belakangmu.

Atau, sering pula kudapati kau sedang sibuk bermain dengan tanah di halaman belakang. Bukankah di situ tempat terindahmu? Ya, aku masih ingat setiap kali aku mencabuti rerumputan, kau selalu setia menemaniku sembari duduk di bawah tali jemuran dan sibuk dengan tanah-tanah yang kau mainkan. Atau, sering pula dengan tangan mungilmu kau coba menggerakkan sapu kekanan dan kekiri mencoba membersihkan rerumputan yang terserak.

Ah, tentu saja dapur juga menjadi tempat favoritmu. Kau biasa bermain dengan pintu-pintu lemarinya. Kau pun sangat tau letak peralatannya. Kau tau, aku tetap menyimpan gunting itu di lemari di laci paling atas. Pernah aku terlupa menggantungnya di dekat kompor. Tapi, segera kusimpan kembali ketempat semula. Aku masih ingat, kau tak pernah berhenti menunjuk-nunjuk gunting dan memintaku menyimpannya di lemari ketika suatu saat aku lupa menaruh ditempatnya. Atau, saat aku begitu terburu membuatkanmu sebotol susu, kau menangis saat aku menggendongmu meninggalkan dapur karena tak segera menutup termos.

Oya, sejak kau pergi, kamar kakakmu seperti tak berpenghuni. Kami semua menempati kamarmu. Hanya sesekali kami kekamar kakakmu. Sungguh, terasa sangat berbeda. Kau pasti juga masih ingat kita selalu berdesak-desakan bercanda di matras yang tak begitu besar itu berlima. Dulu, kamar itu begitu hidup dengan candamu dan kedua kakakmu. Sepeninggalanmu, kami hanya sesekali ke kamar itu, sekedar mengambil buku atau pakaian karena semua ada disitu. Sesekali pula kakakmu Ayla masih menghabiskan waktu untuk menggambar dan menggunting. Tapi, hampir tidak pernah lagi kami bercanda di kamar itu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s