2015-03-04 19.32.58

Kau masih ingat Violet, Nak? Aku yakin kau masih mengingatnya. Dia gadis kecil 6 tahun seusia kakakmu yang tinggal satu building dengan kita. Unitnya terletak paling depan dan disampingnya masih ada halaman tempat dimana kalian berempat-kedua kakakmu, Violet, dan kamu- biasa bermain. Kau sangat menyukai tempat itu. Di situ kau biasa memperhatikan dan memanggil Piglet, kucing Violet, dengan eooooo….eooooo……

Ah, kau pasti juga masih ingat saat kita diminta ayahnya Violet untuk memberi makan kucing itu setiap pagi dan sore saat mereka camping keluar kota selama sepuluh hari. Kau begitu gembira setiap kali melihat kucing itu. Kau perhatikan dengan berbinar dan dengan senyuman saat kucing itu begitu lahap menyantap daging dan serealnya. Atau, beberapa kali kau mencoba mengejarnya saat kau begitu ingin menyentuh bulunya yang lebat. Sayang, ia justru lari saat kau mendekatinya.

Nak, kucing itu masih ada. Aku sering melihatnya setiap kali pergi atau ke luar building kita. Tentu saja, di saat itu lah terngiang panggilanmu untuknya…eooooo…eooooo…

Kau tau, maski kakak-kakakmu masih sering bermain di halaman depan itu dengan Violet, aku tak lagi menemaninya. Mereka sudah cukup besar sehingga aku bisa tetap melanjutkan pekerjaanku. Dulu, kau pasti tidak bisa menahan diri untuk tidak turut bermain bersama mereka. Halaman itu memang memberikanmu kebebasan memandang sekitar, memandang langit, dan menyapa setiap orang yang lewat dengan sapaan ramahmu: hai….bye…bye…. Kau pun sering melatih keseimbangammu dengan berjalan pada pagar selebar sekitar sepuluh sentimeter dan setinggi lututku. Tentu, aku selalu memegang kedua tanganmu meski kau sering menepis karena kau yakin akan bisa melewatinya sendiri.

Di halaman depan itu pula kita biasa bertemu dengan wanita Filipina yang tinggal tepat di depan unit Violet. Kau tau, dia sangat mencintaimu. Kau pasti masih ingat saat dia bertanya padamu: do you love me? Kau pun mengangguk setiap kali ia menanyakan pertanyaan itu. Beberapa detik kemudian kau pun memberikan ciuman padanya.

Saat musim panas kita sering berjam-jam di halaman depan itu. Wanita baik hati itu selalu ingin memberikan ice cream atau coklat kepadamu dan kakak-kakakmu. Sayang, seringkali aku harus menolaknya karena ada bahan-bahan makanan yang tidak bisa kita konsumsi.

2015-01-17 18.57.08

Ah, aku juga masih ingat saat kau tiba-tiba berbelok ke kiri keluar dari building dan berjalan lurus disepanjang trotoar. Kau tinggalkan kakak-kakakmu dan merengek mengajakku berjalan mengelilingi blok dari ke ujung de carle, stewart, jones, hingga kembali ke building kita. Cukup jauh untuk ukuranmu. Mungkin bisa mencapa setengah kilometer. Tapi kau terlihat begitu senang. Tanpa lelah kau pun pernah berkeliling dua kali. Saat aku tanyakan padamu: kita suka jalan-jalan? Kau pun mengangguk, dan terus berjalan. Bahagia yang sungguh teramat sederhana. Dan, aku memang berharap kau menjadi lelaki penjelajah yang tangguh. Kau pun telah memperlihatkan itu padaku….

2015-03-04 19.10.51

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s