Poster Exhibition

Saya memang suka ‘angger’. Entah apa bahasa Indonesianya. Mungkin mirip nekat. Anggap saja bonek lah. Atau lebih tepatnya ‘angger melu’ alias asal ada kesempatan, asal ada gratisan ikut. Kadang kurang berfikir risiko.

Seperti hari itu. Saya mengikuti Research Poster Exhibition yang diselenggarakan kampus. Tiga minggu sebelumnya saya mendapat email yang memberitahukan rencana event tersebut. Agak ragu sebenarnya karena kuesioner penelitian saya belum tuntas-tuntas.

Hanya saja karena kebetulan saya sedang menggarap ethic application yang salah syaratnya perlu melampirkan dokumen pendukung, bisa juga poster, ikutlah saya. Plus iming-iming prize for the top poster membuat saya rela begadang. Apalagi print posternya gratis. Ya, sudahlah…tidak ada salahnya ikut. Setali tiga uang. Sambil melengkapi dokumen ethic sambil berharap siapa tau ada keberuntungan.

Kalau boleh jujur sebenarnya agak enggan juga. Permasalahannya saya juga harus hadir daram event tersebut. Terus terang saya termasuk orang yang kurang pandai bergaul khususnya dengan para bule. Kendalnya sih jelas. Meski sudah setahun disini speaking masih begitu-begitu saja. Kalau yang yang datang dari college saya masih mending. Masih ada bahan untuk ngobrol. Hanya saja event ini lintas college. Jadi, seluruh research students diundang.

Di sisi lain saya juga ingin menantang nyali saya. Beberapa hari lalu saya sempat bertanya ke beberapa teman seruangan. Tak ada seorang pun yang ikut dan berniat hadir.

Duh tambah grogi-lah saya. Hanya saja, sayang kalau dilewatkan. Lagi-lagi siapa tau saya beruntung.

Rupanya, keberuntungan tidak terlalu berpihak kepada saya. Di akhir event saya hanya mendapatkan selembar amplop berisi congratulation dan voucher movie. Mau saya apakan ya vouchernya?

Lepas dari ketidakbeuntungan mendapat prize, saya tetap merasa beruntung. Event semacam ini merupakan sarana untuk membangun network, mengenalkan riset, chatting, mendapat teman baru, dan tentu saja makan enak.

Boleh dibilang selama satu tahun ini saya tidak banyak mempunyai teman. Lha gimana, wong jarang ngampus..hehehe.. Ya, kebanyakan kerja di rumah. Hanya saja, tipikal riset social science memang tak mengharuskan mahasiswa harus selalu ngampus. Kalau pun ngampus terkadang saya hanya menemukan beberapa orag meski banyak pemilik meja.

Tentang kesepian sebagai research student, saya sebenarnya masih beruntung. Saya masih memiliki keluarga yang bisa diajak berkomunikasi. Beberapa bulan lalu saya sempat berbincang dengan seorang kawan dari Fiji yang menceritakan anehnya hidup di Australia. Bagaimana tidak aneh karena katanya sering ia tidak berkomunikasi face to face dalam satu minggu. Tak heran waktu saya tanyakan apakah ia akan apply permanent resident, dengan cepat ia menjawab ‘no’. Tak lupa juga ia sampaikan, please say hello if you see me‘.

Kembali ke poster exhibition. Jumlah peserta kali ini 11 orang. Begitu masuk ruangan saya diberikan selembar kertas untuk menominasikan poster favorit saya. Duh siapa ya…agak malu pada diri sendiri kalau harus menulis Nur Ana Sejati pada secarik kertas tersebut. Tapi, demi keberuntungan yang ternyata tidak beruntung saya tuliskan juga nama saya.

Benar prediksi saya. Peserta kebanyakan dari college lain. Pantas saja tidak banyak yang saya kenal. Saya ternyata satu-satunya dari college of business. Tak heran kalau salah kawan saya dari Iran mengatakan: I proud of you. Untung kamu ikut. Kamu mewakili college kita. Poster saya juga tak habis dipuji oleh direktur riset di college saya. Katanya kombinasi warnanya bagus dan cerah. Saya hanya mesam-mesem saja teringat tulisan terdahulu saya tentang pujian orang sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s