Lika liku mencari tempat tinggal di Australia

Ternyata ditolak itu rasanya menyakitkan ya… Beberapa bulan lalu saya ditolak tiga kali berturut-turut dalam retang waktu dua minggu. Tragis. Tapi konon banyak yang mengalami hal yang sama. Proses mencari tempat tinggal baru rupanya kali ini sangat berliku. Dalam tulisan pertama tentang sewa menyewa tempat tinggal sudah saya ceritakan secara umum hal-hal yang harus dilalui.

Rupanya, beberapa hari setelah tulisan tersebut diselesaikan saya mendapatkan sms yang cukup menggetirkan. Begini bunyinya: Just informing you that your application for 15/51 De Carle Street, Brunswick is unsuccessful. Thank you for your interest in this property. Kind Regards hockingstuart Pascoe Vale/Coburg. Awalnya saya bisa menerimanya dengan lapang dada. Ah, barangkali ada yang penawarannya lebih bagus. Atau, mungkin landlordnya pilih bule. Begitu pikir saya.

Hanya saja, beberapa hari kemudian kelapangan dada saya mulai dipertanyakan. Real estate agent tersebut mengiklankan unit yang sama. Duh, kok bisa. Padahal semua dokumen yang dipersyaratkan sudah saya penuhi. Kalau memang saya satu-satunya yang memasukkan applikasi, kenapa tidak diterima? Huh…

Unit yang ditawarkan tersebut buat saya sangat strategis. Dekat sekolah dan dekat tram stop dan pertokoan. Ditambah lagi, harganya lebih murah dari unit saya saat itu. Lumayanlah bisa saving. Di inspeksi ke dua saya pun mencobq mendatangi kembali. Setidaknya, melihat ‘saingan’ dan bisa apply lagi. sekaligus mencari jawaban kenapa saya ditolak. Sayangnya saat inspeksi kedua real estate agent hanya mengatakan, I don’t know. that’s landlord decision. But, you can try again.

Di minggu yang sama ada lagi uni5 yang ditawarkan. Di lantai 4 harga lebih murah. View-nya super keren. Saya bisa melihat pemandangan dari tiga penjuru angin di atas ketinggian. Hmmm…rasanya inspirasi menulis bakalan bisa mengalir deras. Pemandangan kota dari kejauhan tanpa penghalang terlihat begitu menawan.

Segeralah keesokan harinya saya bergegas mengantar dokumen aplikasi meski lokasinya cukup jauh. Tiga hari kemudian saya coba hubungi. Katanya, masih dalam proses assessment. Kalau sudah selesai mereka akan menghubungi. Sayang seribu sayang bahkan hingga saat ini setelah hampir 2 hulan mereka tidak pernah menghubungi.

Di unit ketiga saya pun tertolak meski tanpa ada sepatah katapun. Namun cukup m3mbuat saya mundur. Kala itu hampir setiap saat saya dan teman sekamar memantau perkembangan unit for lease di salah satu web. Begitu ada unit baru yang pas dan cocok segeralah saya telfon property manager.

Jadilah keesokan harinya saya inspeksi. Hmmm….bagus dan tengah di cat. Di lantai tiga, dekat sekolah dan taman, harga sama dengan sewa unit yang saya tempati. Segera formulir dan dokumen saya siapkan. Hanya saja, kata property manager saya disarankan menyertakan bank account. Padahal tidak tercantum di persyaratan. Plus kuitansi pembayaran sewa bulanan saya. Ok, lah saya penuhi. Meski ragu juga karena cashflownya meski lancar tapi tak pernah ada transaksi besar apalagi menyisakan saldo. Penerimaan persis sama dengan pengeluaran. Hehehe…ya memang di cukup2 kan.

Selang tiga hari kemudian, saya pun di telfon. Dengan semangat saya pun berharap aplikasi saya di approve. Hhh rupanya dia hanya ingin menyampaikan bahwa harga sewa di naikkan dan rentang kontrak dirubah menjadi 6 bulan. Sang properti manajer hanya ingin memastikan apakah saya masih mau apply atau tidak. Saya pun hanya bisa menjawab, I don’t think I can afford. Yah…lewatlah…

Mencari tempat tinggal di kota ini, atau secara umum di negeri ini, memang gampang-gampang susah. Bahkan, dalam situs yang pernah saya kunjungi banyak sekali pengalaman penolakan hingga puluhan. Meski dalam form aplikasi hanya disyaratkan point 100 yang bisa dipenuhi dengan pasport, student card, dan billing, melengkapinya dengan surat lamaran juga tak kalah pentingnya. Saya sendiri sempat membuatnya. Isinya informasi tambahan bahwa saya punya penghasilan yang cukup untuk membayar sewa dan punya komitmen untuk menjaga property.

Hanya saja, masing-masing landlord punya preferensi. Bahkn, katanya ada yang ditolak karena profesinya. Dalam hal ini masalah sentimen pribadi. Atau karena sang landlord punya pengalaman buruk dengan orang dari negara tertentu. Intinya sebenarnya simple. Tenant bersedia membayar sewa bulanan sesuai dengan jangka waktu kontrak dan menjaga property.

Oya, satu lagi trik yang cukup ampuh agar aplikasi kita diterima. Yaitu, menawarkan harga sewa yang lebih tinggi daripada yang dipasang. Lucu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s