Masih mau pakai software bajakan?

“We can’t do it illegally”.

Duh…rasanya mau kabur saja saat ia katakan seperti itu. Andai saja saya punya ilmu menghilang. Saya tidak menyangka akan mendapatkan jawaban itu. Ah..saya memang benar-benar cah ndeso yang terlambat dengan informasi teknologi. Lagi-lagi, untung dia tidak tau kalau saya orang Indonesia. Sayangnya, dia tau saya memakai jilbab. Hiks…

Saat itu saya berniat membeli laptop setelah yang lama mati suri selama beberapa bulan. Setelah googling akhirnya dapatlah harga yg pas dengan kantong. Termasuk dimana saya harus membelinya.

Ya, saya harus membeli ms office. Jika tidak jelas saya tidak bisa mengetik di laptop baru. Beberapa tahun sebelumnya saya pernah membeli laptop di sini juga. Seingat saya waktu itu toko langsung menginstallkannya. Makanya, saya coba bernegosiasi barangakli mereka menyediakan fasilitas seperti itu. Harapannya saya tak perlu membeli cd tapi cukup membayar biaya instalasi saja. Hahai ternyata saya salah. Lebih parah lagi itu tindakan illegal.

Kembali teringat saat membeli laptop di tanah air. Penjual justru menanyakan program apa saja yang akan diinstallkan. Masih teringat pula kala itu beberapapa teman juga sering melakukan pinjam meminjam software dan diinstal di beberapa komputer. Hmm…

Setelah saya tanya ke salah seorang kawan, katanya sekarang di Indonesia pun demikian. Hanya software original yang dijual. Artinya kopimengkopi program tidak bisa dilakukan lagi. Satu kemajuan tentunya. Smoga saja demikian.

Sayangnya, setelah saya coba googling soal software bajakan ternyata hasilnya mencengangkan. Tak hanya perorangan bahkan perusahaan skala menegah keatas pun menggunakan software bajakan harga Rp50 ribuan.  Menurut berita yang dilansir detik.com hasil razia software bajakan tahun 2013 mencapai 16,6M. Tentu saja itu adalah nilai yang terazia. Yang tidak, silakan dikira-kira sendiri kalau hampir di kebanyakan mall banyak penjual yang menjajakan software bajakan. Jenis software yang dibajak antara lain adalah produk Adobe, Autodesk, Microsoft, Siemens Software, Symantec dan Tekla.

Pemerintah sebenarnya juga telah melakukan upaya pemberantasan software bajakan ini melalui dirjen HKI yang salah satu tugasnya adalah melakukan penyidikan. Upaya yang ditempuh diantaranta adalah melakukan pemeriksaan atas laptop penimpang di bandara dan razia bekerjasama dengan Business Software Association (BSA). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengeluarkan Seruan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 9 Tahun 2013 Tentang Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Terhadap Barang Yang Diperdagangkan Di Mal/Supermal/Plaza dan Pusat Perdagangan (Seruan Gubernur). 

Masalahnya pelanggaran intellectual property di negeri kita memang akut. Bajak membajak software, musik, buku sudah menjadi hal biasa. Mindset masyatakat pun sudah menganggap lumrah membeli barang-batang bajakan. Alasannya tentu karena harga yang miring. Jadi, karena demand tinggi jelas akan mendorong aksi kegiatan pembajakan terus berlangsung. Pasahal kalau kita tau, saya pun baru tau pagi ini, MUI sudah mengeluarkan fatwa haram atas pembelian barang-barang bajakan. Yaitu fatwa Nomor : 1/MUNAS VII/MUI/15/2005 tentang perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI). Fatwa ini menyatakan bahwa “Setiap bentuk pelanggaran terhadap HKI, termasuk namun tidak terbatas pada menggunakan, mengungkapkan, membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor, mengedarkan, menyerahkan, menyediakan, mengumumkan, memperbanyak, menjiplak, memalsu,membajak HKI milik orang lain secara tanpa hak merupakan kezaliman dan hukumnya adalah haram”.

Termasuk uang yang diperoleh dari hasil pemanfaatan software bajakan ini. http://salmane.wordpress.com/2008/12/25/fatwa-mui-tentang-software-bajakan/ Hii…serem krn laptop saya yang lama juga diinstalkan dengam softwarr bajakan. Untuk melihat fatwanya silakan dilihat disini: Menurut fatwa tersebut berdasarkan dalil yang mendasari membeli barang bajakan sama saja dengan memakan harta saudaranya dengan cara yang batil. (QS. Al-Nisa’ [4]:29). Selanjutnya fatwa tersebut juga mengutip “Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan”(QS. al Syu`ra[26]:183).

Memaksa pemerintah untuk giat melakukan razia tentu juga membawa implikasi tingginya biaya pemberantasan. Sementara banyak prioritas pembangunan lain yang perlu diperhatikan. Rasanya gerakan sosial anti menggunakan produk bajakan sudah saatnya untuk dihidupkan. Kalau masyarakat dan pelaku usaha sudah menyadari dampaknya tentu jauh lebih efektif dan lebih bermartabat bagi harga diri bangsa.

Bukan hanya itu, perlindungan atas kekayaan intelektual juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Penelitian yang dilakukan oleh World Intellectual Property Organization (WIPO, organisasi dibawah PBB) menyatakan bahwa dampak penguatan inrellectual property di enam negara di asia menunjukkan adanya korelasi positif dengan  perrumbuhan ekonomi. Mengapa? Karena perlindungan kekayan intelektual akan mendorong inovasi dan kreativitas yang pada akhirya akan memotivasi seseorang ataupun perusahaam untuk lebih produktif.Tentu saja, produk-produk kreatif diciptakan dengan sepenuh pemikiran, tenaga dan pastinya biaya.Kalau kekayaan intelektual tidak dilindungi dari mana para penggagasnya mendapatkan modal untuk memproduksi.

 

One thought on “Masih mau pakai software bajakan?

  1. Bagus artikelnya mbak. Alhamdulillah, saya juga punya keinginan kuat untuk berubah, nggak download musik, film, software dan game yang bajakan, yang banyak sekali bertebaran di internet. Sebenarnya, kalau setiap orang bisa bertanya pada dirinya sendiri, “Ini benar atau tidak? Menggunakan software bajakan, dengar musik bajakan, nonton film bajakan”, seharusnya orang mengatakan tidak benar. Apalagi kalau bajakan di-analogi-kan dengan pencurian.
    Mungkin karena lingkungan yang sudah terbiasa menggunakan software bajakan. Dari saya sekolah, dlm pembelajaran komputer dari smp sampai perkuliahan, semua menggunakan software bajakan. Saya berpikir, kok bisa universitas “membolehkan” mahasiswa nya menggunakan software bajakan. Apalagi dalam penyusunan skripsi, yang dituntut orisinalitas skripsi tersebut dengan ketat, dibuat melalui software bajakan. Hehe, entah.. saya juga bingung.
    Saya pikir perlu iklan, atau mungkin dakwah, ceramah menyangkut masalah ini. Setahu saya sangat jarang…. atau mungkin, tidak ada yang berani…?? Hehe

    Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s