Tips Mendapatkan Beasiswa S3 Program ADS

Tulisan kedua saya ini akan lebih berfokus pada tips and triks mendapatkan S3. Tips and triks di tulisan pertama pada dasarnya juga tetap berlaku di sini. Hanya saja memang ada hal yang harus lebih diperhatikan untuk aplicant S3. Mungkin karena semakin tinggi jenjang pendidikannya maka semakin lebih ‘rumit’ pula pengisiannya. Ah..sesungguhnya bukan rumit tapi butuh kesabaran yang ekstra. Saya sendiri dengan kondisi sebagai pegawai pemerintah yang harus bekerja dari jam 8-17 ditambah lagi peran sebagai ibu rumah tangga membuat saya membutuhkan dua bulan untuk isi mengisi formulir. Karena kesibukan tersebut saya hanya punya waktu tengah malam untuk berfikir dan merancang isian termasuk proposal dan lain sebagainya.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah berfikir tentang research proposal. Apa kira-kira topik yang akan kita teliti? Untuk memutuskan topik apa yang akan di teliti tentu harus dipertimbangkan juga antara lain sebagai berikut:

1. Apakah kita cukup familier dengan topik yang tidak hanya didasarkan pada ‘keinginan’?
Dalam hal ini saya sendiri sebenarnya punya ambisi untuk meneliti masalah-masalah yang menurut saya menarik untuk diteliti dibandingkan dengan apa yang telah saya ajukan di aplikasi ADS. Namun, jika saya terus maju dengan ambisi tersebut banyak konsekwensi yang harus dilakukan. Tentu saja semua itu terkait dengan penulisan proposal itu sendiri. Proposal yang baik adalah proposal yang sudah mengarahkan kita pada penelitian itu sendiri. Artinya, dari sisi latar belakang, metodologi, literatur reviu, data, dan jadwal pelaksanaannya paling tidak harus sudah dapat direncanakan secara matang. Nah, topik yang hanya berdasarkan ambisi semata jelas bagi saya tak mungkin bisa saya tulis dalam jangka waktu yang terbatas, sebut dua bulan. Dengan keterbatasan waktu ini saya lebih memilih topik yang dekat dengan saya.

2. Seberapa lama waktu yang kita miliki untuk mempersiapkan proposal tersebut?
Semakin banyak waktu yang kita miliki semakin fleksibel kita menentukan topik yang sesuai dengan keinginan kita. Saya sendiri dalam menetapkan topik sebenarnya cukup lama juga. Proses berfikir itu mungkin lebih dari tiga bulan sebelum aplikasi beasiswa bisa di download. Namun karena kesibukan kerja akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada topik yang pernah saya ulas ketika mengambil program master. Setidaknya saya tidak perlu lagi berfikir keras masalah literatur reviu. Hal ini menjadi permasalahan buat saya karena setelah tidak lagi menjadi mahasiswa di Australia saya tidak punya akses ke internasional jurnal. Tentu ini akan menghambat penyusunan literatur reviu. Permasalahan lain adalah masalah klasik dimana bahasa inggris saya sudah hampir menguap. Dan lagi-lagi masalah waktu yang selalu menjadi kambing hitam saya.

3. Seberapa dalam anda mempunyai pengalaman tentang topik yang akan diteliti?
Sebenarnya ketiga pertanyaan yang saya pisahkan ini saling terkait. Akan lebih mudah bagi kita ketika kita mempunyai pengalaman yang baik tentang topik yang akan kita angkat. Pertama, kita pasti mengetahui banyak hal tentang segala permasalahan mengenai obyek penelitian yang akan kita lakukan. Apalagi jika perkerjaan yang selama ini kita kerjakan terkait erat dengan apa yang akan kita teliti. Setelah melakukan petualangan pemikiran ke sana ke mari saya memutuskan untuk meneliti apa yang selama ini dekat dengan saya. Topik yang saya ambil adalah manajemen kinerja instansi pemerintah. Empat tahun terakhir ini saya memang mendalami masalah ini. Jadi segala seluk beluk dan ragam masalah yang menjadi penghambat penerapan manajemen kinerja paling tidak saya pahami. Ini akan memudahkan saya untuk membuat proposal baik dari sisi latar belakang dan metodologi. Dalam hal data, saya juga terbantu setidaknya selama ini saya banyak berinteraksi dengan teman-teman di pemerintah daerah yang memungkinkan saya untuk mendapatkan akses data ketika nanti saya melakukan penelitian.

Dari ketiga pertanyaan di atas sebenarnya muaranya cuma satu: bagaimana kita bisa mempersiapkan proposal yang manstap dan diterima oleh supervisor. Sarat mutlak yang harus dipenuhi oleh calon penerima beasiswa adalah surat yang menyatakan kesediaan professor yang akan menjadi supervisor kita. Sebagai calon mahasiswa S3 tentu kita tidak mau mengirimkan proposal asal-asalan. Setidaknya komponen latar belakang, literatur reviu, metodologi, data collection, hypothesis ada dalam proposal yang akan kita ajukan.

Dalam hal ini saya, seperti yang saya ungkapkan, menggunakan tugas semasa S2 yang saya kemas ulang menjadi proposal. Dalam tugas tersebut saya baru mendapatkan literatur reviu. Yang perlu saya lakukan adalah melakukan beberapa perubahan terkait latar belakang, research objective, metodologi serta data collection. Dalam melakukan penyempurnaan itu saya membutuhkan waktu 2 bulan dalam hal ini karena kondisi saya sebagai pegawai dan ibu rumah tangga yang hanya mempunyai waktu 2 jam di tengah malam untuk memikirkan masa depan. Jika saya punya banyak waktu barangkali bisa diselesaikan dalam waktu 2 minggu full tanpa ada gangguan pekerjaan lain. Jadi, masalah waktu tergantung pada anda sendiri. Hasrat mengejar beasiswa sebenarnya terletak pada seberapa besar kita menginginkannya. Ketika kita benar2 berharap maka segala rasa lelah yang mengharuskan kita mengorbankan waktu dan fikiran tak akan pernah menyurutukan. Saya sendiri juga kadang heran. Kok saya bisa melakukan itu semua ya? Sementara sekarang ini rasanya susah sekali bangun tengah malam untuk merenung barang satu jam. Yang ada takut kesiangan. Sementara dulu saya bisa lakukan dan bangunnya pun tidak terlambat. Hanya saja setiap pagi saya selalu dilanda mengantuk berat..he..he..

Ok, untuk sementara sekian dulu ya… smoga bermanfaat.

12 thoughts on “Tips Mendapatkan Beasiswa S3 Program ADS

  1. terima kasih banyak bu atas infonya…., kebetulan saya skrg sdg mau mengajukan permohonan beasiswa ADS buat S3 saya…. mohon doanya ya bu mudah2an saya keterima amin amin… Nia Ptk

  2. saya mau jg bu ana dgn s3 nya..tapi apakah syarat hars memiliki surat izin blajar..atw untuk saya yg umum jg bisa mendapatkan beasiswa tersebut, jurusan sy administrasi negara bu ana

    1. tidak perlu bu surat izin belajar bu. dari umum juga bisa bu cuma kuotanya memang lebih sedikit dibanding PNS klo gak salah 1/3 saya agak lupa. wah klo gitu sama dong dengan saya back groundnya

  3. Salam kenal bu ana. Bu, kalau untuk S1 administrasi negara sebaiknya ambil program masternya apa ya bu? Sependek yang saya tau, jika S1 dan S2 nya linier, maka peluang untuk ketrima ADS lbh besar. Kalo public policy and management bagaimana kira2 ya bu? Trima ksh sebelumnya

    1. Makasih sudah berkunjung ke blog saya mbak. betul mbak nita febrianti. kalau s1 dan s2 linear akan lebih mudah bagi kita untuk menjelaskan pada saat interview meski ini juga tidak mutlak. yang perlu diperhatikan lagi adalah keselarasan jurusan yang kita pilih dengan pekerjaan kita saat ini. kalau ketiganya nyambung akan lebih menguntungkan. untuk public policy and management memang sangat nyambung dengan administrasi publik. saya sendiri dulu s1 dari akuntansi ya ada nyambung2nya cuma karena pekerjaan mendukung jadi semakin klop. akan lebih baik lagi untuk melihat seberapa linear mbak nita bisa masuk ke web universitas trus search course dan biasanya ada daftar mata kuliah yang akan kita ambil. di sini kita bisa lihat apa saja yang akan kita pelajari

  4. Salam Kenal,
    Sangat inspiratif sekali tulisannya, Kebetulan saya juga sedang mencoba mencari kesempatan S3 di Australia, S1 dan S2 saya sudah linier yaitu dari Teknik Informatika, klo semisal saya ambil Public Administration masih linear ga yah? soalnya klo dikaitkan dengan posisi saya sekarang sangat jauh dari background pendidikan S1 dan S2 saya, tetapi tidak mengurangi semangat saya untuk mengambil S3. Semoga Bu Ana berkenan untuk komunikasi lanjut (bisa email atau facebook), terima kasih.

    1. Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya pak dodi. Pada prinsipnya dalam menilai kelinearan tersebut adalah pada sejauh mana kita bisa menjelaskan bahwa program studi yang akan kita ambil membawa manfaat buat masa depan kita dan masa depan indonesia. Kalaupun misalnya kurang linear barangkali kita bisa menghubungkannya dengan latar belakang pekerjaan kita saat ini yang sangat membutuhkan kita untuk mengambil program public administration. Hal itu bisa diterima oleh sponsor. selain itu untuk S3 yang paling penting adalah research proposal kita. Penilaian utama adalah pada bagaimana kita bisa mendapatkan/meyakinkan calon supervisor untuk membimbing kita nantinya. Nah, untuk mendapatkan calon supervisor ini intinya lagi2 pada research proposal yang mantap. kalau calon supervisor dah setuju ditambah lagi universitas juga dah ada lampu hijau..insyaAllah bisa. Oya, silakan menghubungi saya via email atau fb..

  5. Terima kasih banyak Ibu Nur informasinya sangat bermanfaat.
    saat ini saya berkeinginan untuk mendapatkan beasiswa ADS.

    1. sama-sama mbak ni luh…btw saya jadi ingat teman di bali namanya juga ni luh…smoga berhasil mbak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s