Apa yang ditawarkan Permendagri 54 Tahun 2010?

Permendagri 54 Tahun 2010 telah terbit lebih dari satu tahun. Tapi, blum semua pemerintah daerah menerapkan permendagri yang mengatur tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah. Jangankan menerapkan, membaca pun masih ada yang belum sempat. Bukan belum sempat sebenarnya, tapi apa ya? Beberapa rekan yang sempat saya temui menyatakan bahwa sosialisasi atas permendagri dari menteri terkait sangat kurang. Hmmm…bisa jadi. Tapi sebagai aktivis penggiat tata kelola pemerintahan yang baik tentunya bagi kita tak boleh ketinggalan informasi tentang permendagri ini. Pasti dong…

Permendagri 54 tahun 2010 sesungguhnya adalah pelaksanaan peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2008. Sebagaimana namanya, permendagri ini memberikan arahan tentang tahapan, tatacara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah. Boleh di bilang permendagri ini super lengkap. Barangkali kalau seluruh lampiran di print out bisa mencapai 800-an halaman. Sangat detail dari RPJPD, RPJMD, hingga Renja SKPD termasuk pengendalian dan evaluasi atas perencanaan pembangunan daerah.

Apa sesungguhnya yang ditawarkan dari Permendagri 54 Tahun 2010? Mau tau?

Jawabannya adalah Indikator Kinerja.

Permedagri 54 Tahun 2010 seperti mengukuhkan penerapan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang dimulai dari perencanaan stratejik hingga pelaporan (LAKIP). Kok bisa? Selama ini kelemahan utama dalam penerapan SAKIP adalah ketiadaan indikator kinerja utama (IKU). Penyebabnya tak lain dan tak bukan kerena peraturan yang mengatur tentang perencanaan belum mendukung terbangunnya sistem AKIP. Kalau kita lihat struktur RPJMN 2005-2010 maka kita akan medapati sistematika yang tidak memberikan penekanan pada sasaran dan indikator kinerja. Yang ada adalah Visi, Misi, Agenda, Prioritas, Kebijakan. Hal ini yang kemudian menjadi rujukan pemda dalam menyusun dokumen perencanaan.

Nah, di Permendagri 54 kita akan mendapati kata: indikator kinerja dan sasaran bertaburan di mana-mana. Di permendagri 54 ini pun kita akan mendapati bagaimana seharusnya visi, misi, tujuan, sasaran hingga indikator kinerja harus diselaraskan. Peraturan yang terdahulu tidak menggariskan secara tegas keterkaitan atar komponen tersebut. Mari kita coba lihat sistematika RPJMD menurut Permendagri 54 tahun 2010:

Bab I: Pendahulua
Bab II: Gambaran umum kondisi daerah
Bab III: Gambaran pengelolaan keuangan daerah serta kerangka pendanaan
Bab IV: Analisis isu-isu strategis
Bab V: Visi, misi, tujuan dan sasaran
Bab VI: Strategi dan arah kebijakan
Bab VI: Kebijakan umum dan program pembanguan daerah
Bab VII: Penetapan indikator kinerja daerah
Bab IX: Pedoman Transisi da kaidah pelaksanaan

Terlihat jelas bukan bahwa RPJMD berdasarkan permendagri 54 mengharuskan pemerintah daerah untuk menetapkan indikator kinerja daerah. Mari kita coba lihat komponen-komponen di atas secara lebih detil dari formulir yang harus diisi dalam penyusunan dokumen lima tahunan tersebut.

Keterkaitan visi, misi, tujuan dan sasaran

Prov/Kab/Kota…..

Visi: ………………………………………………………………………………
Misi Tujuan Sasaran
Misi 1: Tujuan………. Sasaran……..
     
     
     

Tabel di atas merupakan tabel yang menunjukkan keterkaitan antara visi, misi, tujua dan sasaran. Tabel tersebut mengharuskan pemda melakukan pemetaa bagaimana visi diterjemahkan ke dalam misi, misi di jabarkan ke tujuan dan tujuan dijabarkan dalam sasaran untuk melihat hasil-hasil yang akan di capai dalam lima tahun. Dalam memahami visi dan misi secara umum tidak ada perdebatan. Demikian halnya di tingkat tujuan. Bagaimana dengan sasaran? Sasaran yang dimaksud sebagaimana dalam pasal 1 peraturan ini adalah target atau hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran ang diharapkan dari suatu kegiatan. Dalam beberapa hal, sasaran sering dipahami sebagai sasaran kegiatan sebagaimana dalam DPA. Sasaran di sini sesungguhnya tidak lah seperti itu. Sehingga, dalam penyusunan LAKIP sebagai bagian dari pembangun sisitem AKIP, sasaran inilah yang nantinya akan di ukur sejauh mana pencapaiannya.

Bagaimana dengan indikator kinerja?

Pasal yang sama menyebutkan bahwa indikator kinerja adalah alat ukur spesifik kuantitatif dan atau kualitatif untuk masukan, proses, keluaran, hasil, manfaat, dan/atau dampak yang menggambarkan tingkat capaian kinerja suatu program atau kegiatan. Definisi ini sedikit berbeda dengan definisi indikator kinerja yang menjadi rujukan menpan. Hanya saja untuk pembahasan kali ini saya tidak membahas masalah tersebut.

Mari kita lihat tabel selanjutnya.

Kebijakan Umum dan Program Pembangunan

Prov/Kab/Kota….

No Sasaran Strategi dan Arah Kebijakan Indikator Kinerja (outcome) Capaian Kinerja Program Pembangunan Daerah Bidang Urusan SKPDPenanggung Jawab
Kondisi Awal Kondisi Akhir
-1 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8 -9
                 
                 
                 
                 

Tabel di atas digunakan dalam merumuskan Bab VI: kebijakan umum dan program pembangunan daerah. Seperti yang kita lihat, dalam kebijakan umum dan program pembangunan pemerintah daerah harus menetapkan sasaran, strategi dan arah kebijakan, indikator kinerja (outcome) termasuk program pembangunan daerah. Indikator yang dimaksudkan di sini sebagaimana dalam penjelasan lampiran penyusunan RPJMD yang bisa menghubungkan antara program pembangunan daerah dengan indikatornya. Dalam penyusunan RPJMD tidak secara jelas/implisit mengaitkan antara sasaran dan indikator kinerja namun dalam penyusunan Renstra SKPD hubungan antara sasaran dan indikator kinerja diberikan penjelasan sebagaimana dalam tabel berikut.
Penentuan Strategi

No.

Sasaran

Indikator Kinerja Sasaran

Strategi

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Meningkatnya APM SD –    APM SD  
2. Merata dan meningkatnya akses pendidikan dasar dan menengah –    Rasio guru terhadap murid di kota dan desa-    Jumlah sekolah yang memiliki sarana prasarana sesuai standar teknis di kota dan desa  
3. Dst ……………  

Secara lebih detail dalam penyusunan program dan kegiatan pada level SKPD juga terlihat bahwa sasaran, program dan kegiatan masing-masing ada alat ukur atau indikatornya. Hal ini lah yang kemudian perlu mendapat kajian lebih lanjut terkait indikator kinerja sasaran pada tingkat RPJMD. Sekali lagi, tulisan ini baru memberikan gambaran umum tentang permendagri 54 tahun 2010 khususnya tentang indikator kinerja pada dokumen perencanaan lima tahunan. Tabel berikut merupakan tabel yang disusun oleh SKPD dalam menyusun Renstra. Terlihat secara jelas bahwa SKPD harus menetapkan target kinerja program dalam rentang waktu lima tahunan termasuk kerangka pendanaannya.

Akhir kata, permendagri 54 tahun 2010 sepertinya memberi harapan baru pada implementasi Sistem AKIP yang lebih baik dengan adanya penekanan pada indikator kinerja pembangunan. Tak heran karena dalam penyusunan permendagri ini melibatkan LAN yang telah menerbitkan SK LAN 239 tahun 2003 yang member

8 thoughts on “Apa yang ditawarkan Permendagri 54 Tahun 2010?

    1. secara konsep memang bagus nen detil termasuk cara pengisiannya benar2 terarah tapi ya itu tadi saking banyaknya jadi bingung yang mana sebenarnya yang harus diisi karena pada dasarnya itu kan bukan hal yang benar2 baru buat pemda tinggal mana saja yang perlu diubah. di permendagri ini seolah semua benar2 baru jadi dimulai dari awal sekali termasuk tahapan2

  1. nung…apik banget analisisnya…meski singkat tp cukup detil mengupas isi permen ini
    sangat membantu memudahkan orang yg awam tdh AKIP di lingkungan Pemda seperti saya
    tx ya, jangan berhenti menulis …

    1. betul mbak, permendagri ini merupakan penegasan implementasi perencanaan berbasis kinerja karena adanya keharusan pemerintah daerah untuk menetapkan indikator kinerja daerah yang berorientasi hasil atau orientasi kinerja

  2. wehh ..saya sangat terbantu nih dengan artikel anda bos..saya mohon ijin untuk mengutip buat penyusunan bahan bacaan pelatihan setrawan pembangunan daerah di sumedang jawabarat ya…sangat membantu dalam penjelasan impelemntasi permendagri no 54 tahun 2010 ..karena beberapa pelaku SKPD justru masih sangat awal perihal ini..

    OK sekali lagi makasih atas informasi dan penjelasannya …sangat membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s