MYELIN: MEMBENTUK OTOT KAWAT BALUNG WESI KEUANGAN DAERAH

Baru kali ini saya pahami sepaham-pahamnya tentang arti myelin. Tahun lalu buku Rhenald Kasali tentang muscle memory alias myelin padahal sudah saya reviu dan lakukan diskusi buku dalam acara kajian buku di kantor. Kalau dalam presentasi diskusi buku waktu itu saya lebih banyak membahas konsep-nya maka saat ini lah saya baru kepentok masalah ini.

Secara umum sejak tahun lalu saya pahami pola pembangunan myelin ini. Tapi, saat itu saya belum bisa membedakan antara brain memory dengan muscle memory secara tegas. Awalnya saya berpandangan bahwa brain lah yang men-drive muscle atau otot untuk bergerak. Maksudnya, dengan brain memory yang kuat setiap masalah bisa diatasi. Padahal, Rhenald Kasali sudah jelas-jelas menerangkan bahwa brain memory tanpa muscle memory hanya akan menghasilkan orang-orang yang cerdas dalam hal konsep tapi tidak mampu menjalankannya dalam dunia nyata.  Sama halnya yang biasa terjadi pada kalangan akademisi yang biasanya canggih dalam hal konsep tapi kurang bisa diandalkan ketika sudah terjun dalam dunia nyata. Dulu saya masih beranggapan bahwa brain memory tetap saja lebih unggul dibandingkan dengan muscle. Ya..sebenarnya sih tidak harus membandingkan satu di banding dengan yang lain tapi dua-duanya sama pentingnya.

Mari kita kembali pada judul di atas. Intinya sebenarnya sederhana saja. Saat kita di bangku kuliah di situlah saat kita membangun brain memory sementara muscle memory masih belum terasah. Muscle memory itu baru akan terbangun saat kita mulai menerapkan apa yang dipelajari di bangku kuliah di dunia nyata. Atau malah sebaliknya, di bangku kuliah kita membangun brain memory tapi kemudian musle yang dibangun selepas kuliah beda lagi. Bisa saja seperti itu. Idealnya sih antara brain dan musle-nya seiring sejalan. Wah..hasilnya pasti lebih dahsyat.

 

Sama dengan apa yang saya alami. Tahun 1999-2001 adalah saat di mana saya banyak bergelut dengan akuntansi pemerintahan dan ilmu-ilmu lainnya. Nah, begitu kembali ke dunia kerja saya lebih banyak membangun otot-otot manajemen stratejik sektor pemerintahan. Otot dan tulang saya lebih banyak saya banting untuk menangani kinerja pemerintah daerah. Makanya, kalau di foto otot kinerja pemda di lengan saya mungkin sudah seperti ototnya Ade Rai. Ya karena hampir setiap hari, bulan dan tahun saya ditempa dengan latihan-latihan menangani masalah akuntabilitas kinerja.

Di sisi lain, otot kawat balung wesi pengelolaan keuangan daerah saya sangat tipis setipis benang yang terkena air. Akuntansi pemerintahan yang saya pelajari di bangku kuliah entah hilang kemana. Tahun 2002an masih teringat saat itu kala instansi saya mengeluarkan beberapa pedoman terkait dengan sistem akuntansi keuangan daerah. Sebagai pegawai yang baik saya pun turut membaca. Beberapa kali pernah menjadi pengajar dalam sebuah bimtek terkait hal yang sama. Waktu itu sih pede saja karena akuntansi keuangan daerah masih menjadi hal yang baru bagi pemerintah daerah. Jadi, jelas saya terlihat lebih jago dibanding peserta karena setidaknya hal-hal mendasar sudah saya kuasai. Saya pun pernah mendapat penugasan melakukan pendampingan penyusunan neraca awal. Saat itu saya masih menjadi anggota tim jadi ya…santai saja lah tuntutan untuk menguasai masalah tidak begitu tinggi.

Suatu saat saya harus meninggalkan tempat kerja selama beberapa tahun. Kembali ke tempat kerja saya masih tetap jauh dari dunia pengelolaan keuangan daerah. Empat tahun terakhir ini saya masih tenggelam masalah akuntabilitas kinerja. Sebenarnya saya cukup menikmati apa  yang saya lakukan. Setidaknya saya bisa menerapkan ilmu yang telah saya pelajari. Setiap penugasan selalu bisa saya sikapi dengan hasrat melakukan penelitian yang lebih mendalam. Alasan lainnya sih karena sifat penugasan ini tidak membutuhkan saya untuk berminggu-minggu di luar kota. Jadi peran sebagai ibu dan istri masih bisa dijalankan dengan baik.

Pertengahan tahun lalu saya mendapat penugasan yang agak nyerempet ke pengelolaan keuangan daerah meski tidak terlalu dalam. Penugasan tersebut setidaknya mengharuskan saya untuk membaca SAP dan buletin teknis yang diterbitkan oleh KSAP. Saya lahap bahan-bahan tersebut hingga tak bersisa. Ya..setidaknya bisa meningkatkan kepedean saya kalau-kalau suatu saat ditanya oleh rekan dari pemerintah daerah. Atau bersiap sedia barangkali saya mendapat kesempatan untuk diberikan penugasan pendampingan pengelolaan keuangan daerah. Rupanya hingga pertengahan bulan ini saya masih tenggelam dalam penugasan akuntabilitas kinerja. Hingga akhirnya pengendali teknis saya menawarkan untuk penugasan kali ini. Selain karena tidak ada alasan lain untuk menolak ya idep-idep menjajal buku-buku yang sudah saya lahap tahun lalu. Kalau tidak langsung diterjunkan proses pembelajaran terasa lambat.

So, inilah yang saya sebut membangun otot kawat balung wesi keuangan daerah. Myelin baru. Myelin atau muscle memory akan terbangun dengan latihan. Terjun berhadapan dengan angka-angka dan seluruh seluk beluk aturan akan membuat kita tangguh dalam menangani masalah. Meski brain memory yang berupa hasil lahapan tentang peraturan sudah saya santap dengan nikmat tapi kalau otot-nya tidak dilatih maka brain tadi hanya sebatas brain. Apa lagi, di dunia nyata banyak hal yang jauh dari teori hingga dibutuhkan kemampuan mengatasi masalah yang bisa mensinergikan antara teori dan praktek. Pengibaratan Rhenald Kasali dalam bukunya sungguh teramat tepat. Muscle memory membuat seluruh gerbong kereta Shinkansen bergerak. Sama halnya dengan brain memory keuangan daerah saya juga begitu. Teorinya sih paham tapi blum tentu cukup tangguh untuk menjawab segala permasalahan. Pemahaman terhadap konsep atau brain memory akan menjadi sempurna jika dan hanya jika langsung diterjunkan pada permasalahan. Sehingga, otot-otot pun mempunyai akan mempunyai daya ingat yang tajam bagaimana menghubungkan antar simpul-simpul otak. (13 Maret 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s