BUKU-KU: POPULARITAS ATAU IDEALISME?

Entah mengapa dan energi dari mana sehingga saya begitu bersemangat agar buku yang saya susun bersama teman-teman bisa dibaca oleh big bos di Pusat. Ya…saya begitu berharap. Di sisi lain, saya mempertanyakan pada diri sendiri tentang motif apa yang membuat saya begitu berharap. Popularitas? Mungkin.. tapi so what gitu lho klo sudah populer di kalangan internal palagi bos-bos? Karir? Waduh…ampun. Saya tidak pernah berfikir untuk mengembangkan karir, maksud saya karir dalam artian jabatan di instansi saya. Selain karena alasan di pindah-pindah alasan utamanya adalah saya tidak sanggup mengurusi hal-hal yang non-teknis. Pastinya, saya tak bisa sak-enake dewe, baik dari sisi bicara sembarangan atau juga bertingkah sak karepe dewe.

Bagaimana tidak antusias kalau saya merelakan diri mengurusinya hingga tahap pencetakan dan mendapatkan ISBN. Apa yang saya cari dari buku itu ya? Hmmmmm…

Berfikir dan terus berfikir hingga akhirnya saya pun mendapatkan titik terang. Publikasi luas. Bisakah ini disandingkan dengan kata popularitas? Mirip. Yang jelas seperti cita-cita semula bahwa saya hanya sekedar ingin men-share ideologi yang saya dan kawan-kawan miliki. Bahkan saya pun bersedia mengeluarkan rupiah, meski tak besar-besar amat, dari proses penyusunan hingga tahap pencetakan untuk biaya operasional. Termasuk, tak ada dukungan finansial ataupun honor atas apa yang telah kami lakukan.

Apa yang saya cari? Mungkin ini bagian dari tanggungjawab atas api semangat menulis yang telah saya percikkan hingga akhirnya kawan-kawan saya bersedia menyumbangkan tulisan. Ditambah lagi kerja dari tim kreatif yang telah bekerja keras untuk melayout  buku tersebut. Ah..sungguh kalau saya ingat-ingat kembali jalan yang kami tempuh sudah cukup jauh. Mungkin ini yang membuat saya begitu antusias. Ya..saya hanya tidak ingin semangat itu mati ataupun melemah tapi justru membara menyala untuk mempersiapkan buku kedua kami.

Ya…jika rencana kami berhasil sesuai harapan tentu semangat kami akan mengkristal. Momen itu begitu indah dan entah kapan lagi kami bisa menemukan momen yang tepat untuk melaunch buku dihadapan para petinggi di instansi kami selain kali ini.

Lebih dari sekedar tanggungjawab, saya dan kawan-kawan sesungguhnya hanya berharap sebagaiman judul buku kami: menjadi virus. Menjadi pemantik agar ideologi yang kami percayai bisa segera dipetik hasilnya. Namun, kami pun menyadari dan harus siap untuk menerima kemungkinan terpahit sekalipun. Jikalau, apa yang kami  lakukan tak mendapatkan respon yang baik kami tak akan pernah berhenti..semoga…ya..karena kami terlalu mencintai apa yang kami lakukan.

One thought on “BUKU-KU: POPULARITAS ATAU IDEALISME?

  1. Jangan patah semangat, buku yang Ana gagas dan sama-sama kita wujudkan itu, sebenarnya menjadi api kecil yang memantik potensi menulis kita semua. Itu baru awal, akan ada banyak ide untuk menyebarluaskan ide, pemikiran, dan gagasan kita kepada siapapun….Tetap semangat!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s