BUAT SAHABATKU…

Kali ini saya ingin menulis tentang kisah persahabatan saya dengan seseorang..seseorang yang tepat hari ini merayakan ulang tahunnya yang entah berapa jumlah lilin yang harus ia tiup. Makanya, tulisan ini pun saya jadikan sebagai kado ulang tahun yang sekaligus sebagai tanda mata persahabatan kami. Boleh di bilang dia lah sahabat saya yang selalu bisa membuat saya tersenyum, tertawa dan cekikikan..

Kisah itu sudah cukup lama dan mungkin saking lamanya sudah banyak yang tercecer atau bahkan hilang dari ingatan saya. Tapi dari keinginan untuk merekamnya supaya tetap hidup dan bisa membuat saya tersenyum saat saat paling sedih sekalipun saya putuskan untuk melanjutkannya. Makanya, pagi ini saat rekan2 saya belum datang..saat kepala masih begitu fresh saya mencoba memutar ingatan saya beberapa puluh tahun silam tepatnya ketika kami masih dibangku SMA.

Ya…saya sendiri sudah lupa bagaimana perkenalan kami, yang jelas dia menjadi teman sekelas saya sejak kelas 1 hingga kami selesai di bangku SMA. Kisah-kisah seru kami yang masih saya ingat adalah ketika kami di bangku kelas dua dan tiga karena mungkin saat saat itulah dia duduk sebangku dengan saya. Entah takdir atau entah kebetulan yang jelas waktu itu kami sama-sama terlambat sehingga bangku yang tersisa tinggallah bangku di pojok depan dekat pintu keluar kelas. Disitulah takdir kami dipersatukan untuk kemudian mengisi hari-hari meski sebenarnya hati kami teriak kenapa harus dibangku depan. Bahkan hingga kami naik kelas pun kami harus merelakan untuk tetap berbesar hati siap deg-deg-an selama dua tahun karena biasanya kami lah yang menjadi korban tunjukan guru-guru.

Saya masih ingat ketika kami terkadang melarikan diri ke bangku belakang saat ada rekan yang kebetulan tidak masuk pada pelajaran Geografi. Dan pada saat itu pula lah kami diprotes rekan lain. Di pelajaran itulah kami sering jadi bulan-bulanan guru kami yang terkenal killer dan kalau komentar lucu-lucu menyakitkan. Bagaimana tidak, dia pernah mengatakan: kalau kelas ini diperas mungkin hanya tinggal 7 orang yang tertinggal. Ya..guru kami itu termasuk model lawas yang sudah ‘sepuh’ dan terkadang hujan-hujan kecil menimpa kami berdua ketika beliau mengajar. Kalau anda ingat pak tile almarhum, begitulah sosoknya.

Kebersamaan semeja pun terlihat ketika ulangan. Saya dan dia ibarat tumbu yang bertemu tutup. Maksud saya begini, dalam hal pelajaran saya sangat payah dalam hal menghafal tetapi cukup lumayan dalam matematika. Sebaliknya, sahabat saya ini tangguh dalam hal hafalan, sedangkan untuk matematika saya lebih unggul. Nah, disinilah kami sering ‘barter’ ketika ulangan. Suatu kesalahan besar pernah kami lakukan ketika kami mencoba untuk berbagi materi untuk di hafal dalam biologi. Ya..saking payahnya hafalan bahan yang kebetulan saya baca lima menit sebelum ulangan tidak melekat dalam fikiran saya sama sekali. Bagaimana tidak, jelas2 bahan yang saya baca itu yang keluar tapi saya tidak mampu mengingatnya. Al hasil…sahabat saya ini hanya geleng-geleng kepala seolah tak percaya dan menyesal sudah menyerahkan kepercayaan menghafal kepada saya. Yang lebih parah lagi..begitu hasil ulangan di bagikan nilai saya lebih tinggi. Terpaksa saya cengengesan merasa tidak enak…qiqiqiqi..sorry sobat.

Banyak sebenarnya kisah lucu yang kami jalani. Buat kami sekolah adalah mainan yang sangat menyenangkan sehingga kami selalu dengan suka cita berangkat ke sekolah. Satu hal yang selalu saya ingat tentangnya adalah ketika kami selalu berlomba ‘mempromosikan’ lagu baru. Seolah ada peraturan tak tertulis yang menyatakan bahwa siapa yang paling tau duluan lagu baru dia lah yang lebih hebat. Sebagai anak ABG jaman itu, kami berusaha menjadi yang ter dalam hal info lagu baru. Kami pun menspesialisasikan pada lagu-lagu barat. Ah..dasar anak ABG yang ingin dianggap maju. Aliran kami pun bukan yang mendayu dan melankolis tapi lebih kepada aroma slow rock. Untuk lagu dalam negeri kami sangat selektif, setidaknya kla project dan iwan fals. Mengingat lagu-lagu iwan fals saya jadi teringat kisah konyol ketika saya dan teman-teman di kelas kami berkunjung di rumah sahabat saya ini. Ya..saat itu album Mata Dewa dan Swami sedang ngetrend. Kami pun dibuat ‘tergila-gila’ dengan lagu dalam album tersebut. Ketika hendak pulang ke rumah, kami melewati sebuah rumah yang kebetulan sedang memutar lagu BONGKAR. Kami pun berhenti dan menikmati lagu tersebut sambil bersandar di pagar halaman pemilik rumah. Saking terbuai dengan lagu itu, tanpa sengaja pagar yang terbuat dari bambu itu pun roboh. Dasar ABG yang tak bertanggungjawab kami pun bergegas lari…

Oya, sahabat saya ini tinggal cukup jauh dari sekolah..boleh dibilang termasuk daerah luar kota. Makanya saya dan beberapa rekan sering meledeknya sebagai orang ‘ndeso’. Kalau kami yang tinggal di dalam kota biasa naik angkutan kota maka sahabat saya ini terpaksa harus naik isuzu yang bau asapnya cukup menyesakkan nafas dan sering ‘ngetem’  cukup lama di beberapa tempat. Saya bisa bayangkan jam berapa dia tiba di rumah. Ah..benar-benar sebuah perjuangan menuntut ilmu. Bahkan suatu ketika saat musim hujan dia terpaksa menahan malu yang teramat sangat. Saat itu hujan teramat deras dan sahabat saya ini tidak membawa payung. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya dia putuskan menerobos hujan yang sangat deras. Bisa dibayangkan basah kuyupnya. Namun, apa yang terjadi sesampainya isuzu berhenti di terminal tempat ia berhenti? Udara teramat cerah tanpa jejak hujan sedikitpun…(bahkan ketika saya ketikan kalimat ini pun tak bisa saya tahan ketawa membayangkannya). Sementara, untuk sampai di rumahnya ia harus berjalan sekitar 300 meter melewati pasar dan rumah-rumah tetangga…

Bagitulah…persahabatan saya tetap terjalin bahkan hingga selepas SMA kami masih saling mengunjungi. Setiap liburan selalu saya sempatkan untuk mampir ke rumahnya bercerita kesana kemari. Satu hal yang selalu saya ingat kebiasaannya adalah saya tidak pernah mendapatinya sudah mandi pagi ketika saya mencarinya. Makanya saya harus banyak bersabar karena harus menungguinya mandi terlebih dahulu. Tapi, saya cukup bersyukur karena dia selalu menyajikan teman terbaik saya ‘tumpi’ yang selalu berhasil saya sikat sampai remahan terakhir. Itu pula mungkin yang selalu membuat saya datang kerumahnya. Konon, sekarang sang pembuat tumpi telah meninggal, padahal itulah yang saya cari selain sahabat saya ini..hmmm..

Bagi saya, sahabat saya ini termasuk orang-orang yang innocent yang selalu beruntung. Selepas SMA kami sama-sama tidak lulus di universitas negeri meski kemudian saya menjalani kuliah di sebuah institusi kesehatan yang akhirnya saya tinggalkan sebelum lulus. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk menjajal UMPTN kembali dengan mempersiapkannya sebaik-baiknya. Saya pun mengambil bimbingan test di salah satu lembaga pendidikan di Yogyakarta program intensif selama 1 bulan. Sehari sebelum berangkat ke jogja saya sempatkan berpamitan dengan sahabat saya ini. Ketika itu dia pun melontarkan keinginan untuk bersama2 ke jogja meski ia pun belum tau apakah akan mengikuti bimbingan test. Yang jelas, ia punya keinginan untuk belajar bersama. Hingga akhirnya kami indekost di jogja. Seluruh teman kost saya pun mengambil bimbingan di tempat yang sama dengan saya kecuali sahabat saya ini. Dasar orangnya supel, ia banyak mendapatkan teman bahkan sempat menjalin asmara dengan salah satu tetangga kost yang kebetulan kuliah di salah satu universitas di jogja. Terkadang saya heran juga dengan sahabat saya ini karena jarang sekali saya dapati dia belajar. Justru kebanyakan waktu nya ia gunakan untuk ngobrol kesana kemari sambil nonton TV. Ajaibnya, ketika hasil UMPTN diumumkan hanya dua orang penghuni kost yang lulus. Saya dan sahabat saya ini. Ya..saya bisa bayangkan amazingnya rekan2 saya lainnya dengan kenyataan ini. Entahlah..hoki atau takdir…atau memang dia super bejo?

Saya tidak pernah menemukan lagi sahabat semacam ini selepas kuliah hingga kini. Sahabat ‘nyek-nyek’an yang mungkin bagi orang yang mendengar terkesan kasar. Tapi bagi kami, itu semua adalah just for fun… Ya saya pun tak pernah melihatnya bersedih ataupun marah. Hari-hari bagi kami adalah cekikikan. Teramat sering ia selalu saya kerjain dan hingga kini dia belum bisa membalas ulah saya yang suka iseng. Meski kami telah dipisahkan jarak, komunikasi via post selalu terjalin. Dan seperti biasa..kisah2 lucu yang selalu mewarnai surat kami. Saking isengnya saya pernah mengirimkan surat dengan SIP nama cowok yang ia taksir. Dalam balasan suratnya ia katakan begitu bersemangat dan berbunga-bunga ketika seorang kawan mengabarkan ia mendapatkan surat dari seseorang yang ia dambakannya. Sayang, ia harus menerima kegetiran setelah ia baca isi surat itu dan ternyata dari saya.

Hal lain yang masih saya ingat adalah ketika saya kirimkan sms yang sempat membuatnya ‘bertikai’ dengan sang suami. Saat itu dia belum menyimpan nomor saya. Sengaja saya kirimkan sms yang menyatakan ‘dari seseorang yang tau tentang masa lalumu’. Awalnya saya menduga ia akan penasaran dengan saya dan akan berakhir dengan cekikikan. Ternyata saat itu kebetulan hp sedang dipegang sang suami hingga dijawablah ‘ini bukan zulfa’. Otak saya pun berputar ‘wah bisa jadi hp-nya dicuri’. Makanya saya sms kembali ‘berarti kamu pencuri hp teman saya ya’.  Tapi ternyata bukan itu yang memicu pertikaian tapi kalimat ‘seseorang dari  masa lalu’ itulah.

Hingga kini, saya pun masih bersahabat dan kami masih sering berkomunikasi via facebook. Meski sering saya liat namanya tapi interaksi kami tidak bisa sering. Ya..mungkin karena kesibukan dan tanggungjawab kami masing-masing sebagai pekerja, istri dan ibu. Tapi yang jelas, dia adalah sahabat yang akan selalu bisa membuat saya tersenyum. Makanya, ketika saya sedang suntuk, stress cukup saya hubungi dia…sejenak suntuk dan stress itu akan tersapu oleh komentar2 yang membuat kami cekikikan….www.anasejati@wordpress.com.

Happy birthday sobat…moga bahagia n sukses selalu….

Sengaja kutulis tulisan ini untukmu. Aku yakin kau pasti tersenyum karena akulah yang selalu bisa membuatmu ‘nyekikik’ hingga membuatmu selalu mengagumiku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s