….BUKAN MANUSIA BIASA…

‘…….Kedua, kami mencoba datang kembali dan menagih dengan cara baik-baik. Pada kali ketiga, bukannya mereka membayar tagihan-tagiahnnya tapi justru sederet makian dan kemarahan yang kami terima. Kami juga manusia biasa. Jadi kekerasan-kekerasan itu sebenarnya dipicu oleh nasabah sendiri.’

Dialog di atas terjadi beberapa hari yang lalu ketika hampir seluruh media menyajikan kekerasan yang dilakukan oleh debt collector bersamaan dengan terkuaknya pembobolan bank oleh Melinda Lee. Awalnya saya pun memaklumi alasan tersebut terlepas dari ketidaksetujuan saya terhadap marketing perbankan sendiri yang terlalu ekspansif dan mengabaikan prinsip-prinsip prudential. Hingga akhirnya salah seorang pendengar memberikan komentar yang cukup menyentak.

‘kenapa harus selalu menyebut manusia biasa untuk membenarkan tindakan itu? Kenapa tidak sebaliknya. Justru yang seharusnya di tanamkan dalam fikiran adalah bahwa kita adalah orang-orang yang luar biasa’.

Aha…

‘Manusia biasa’ pada dasarnya adalah sebuah image yang sengaja diciptakan. Atau tanpa sengaja tercipta? Kosa kata ini mengandung konotasi pasrah pada keadaan. Ya…biginilah saya… jadi tolong dimaklumi kalau saya khilaf… Kira-kira begitulah.  Yang jelas penerimaan seseorang terhadap konsep ‘manusia biasa’, menurut saya,  sungguh teramat kontraproduktif dalam menjadikan diri kita sebagai ‘manusia luar biasa’. Kosa kata ‘manusia biasa’ justru bisa membunuh kreativitas dan daya juang seseorang.

Sebaliknya, ketika kita berfikir bahwa kita adalah ‘manusia luar biasa’ maka otak akan memerintahkan kita untuk bersikap dan bertindak sebagaimana manusia luar biasa. Percaya?

Dalam konteks ke-PNS-an, masyarakat selama ini mempunyai image yang sangat buruk terhadap PNS. Malas, lambat, SPPD-oriented dan tidak profesional  adalah sederetan kata yang sering dilekatkan pada PNS. Sebaliknya, argumen PNS: kita mau berbuat tapi tidak ada anggarannya..atau…sebenarnya mau saja tapi boss tidak mendukung..bisa-bisa nanti kita yang celaka. Ataukah lagi kalimat seperti ini…kita mau saja bekerja bu..tapi boss tidak kasih kita kerjaan….

Jadi? Argumen di atas pada dasarnya sama dengan membenarkan bahwa PNS juga ‘manusia biasa’. Sederetan argumen sebenarnya bisa diatribusikan untuk menyangkal ketidakberdayaan PNS untuk menjadi luar biasa ditengah kondisi ‘ke-biasa-an’. Karakter organisasi sektor publik jelas berbeda dengan sektor swasta. Perbedaan karakteristik inilah yang kemudian membawa budaya organisasi yang berbeda antara kedua organisasi tersebut. Prinsip perusahaan yang beroperasi untuk memperoleh laba akan mendorong manajemen untuk menggerakkan pegawai memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Banyak cara yang telah dipraktekkan, dari bonus, tunjangan hingga jenjang karir yang lebih jelas. Hal ini lebih disebabkan karena hidup mati perusahaan tergantung pada bagaimana mereka mengelola kepuasan pelanggan. Orientasi ini pun membawa atmosfer kerja yang lebih enerjik, kreatif dan profesional.

Di organisasi sektor publik? Seburuk apapun pelayanannya masyarakat mau tidak mau harus berhubungan dengan organisasi pemerintah. Mulai pelayanan pendidikan, kesehatan apa lah lagi pengurusan perizinan yang super njlimet dan berbelit ditambah pungli. Makanya, sulit sekali menemukan pelayanan publik yang berorientasi pada masyarakat selaku pelanggan. Ketika persepsi ‘manusia biasa’ yang muncul respon yang ada biasanya kita akan larut hingga akhirnya merelakan diri membunuh daya kreasi. Menjadi luar biasa ditengah ke-biasa-an memang membutuh kekuatan. Tapi, tekad untuk menjadi luar biasa itu sendiri adalah sebuah kekuatan maha dahsyat yang akan meruntuhkan ke-biasa-an. Jadi? @nasejati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s