Menjaga Obsesi

Hari-hari yang berat dan melelahkan terlewatlah sudah…dan kini saya punya cukup waktu untuk kembali menuangkan ide, gagasan dan apasaja sehingga saya bisa melakukan sesuatu semau-maunya untuk beberapa hari kedepan. Waktu-waktu kosong yang selalu saya rindukan sewaktu perjuangan menyelesaikan laporan kini sedang berjalan. Hanya saja justru dengan waktu kosong ini dengan tiba-tiba segudang rencana dan semangat untuk melakukan berbagai kreativitas sewaktu sibuk yang lalu seperti menolak untuk menghampiri kembali.

Salah satu ide tersebut adalah menggarap kembali bulletin yang sudah beberapa bulan absen. Untuk yang satu ini saya bisa memberikan berbagai alasan sebagai penjelas. Saya sendiri menyadari bahwa saya mempunyai kepentingan terhadap bulletin tersebut sebagai wahana untuk memelihara proses berfikir agar selalu tumbuh dan berkembang. Namun, saya juga tidak memungkiri bahwa saya membutuhkan teman untuk bergerak. Dan kini salah satu rekan saya sudah siap meninggalkan kota ini untuk menjemput impiannya. Rekan yang satu lagi agak sulit diharapkan selain karena kesibukannya juga kekecewaannya yang teramat mendalam terhadap kondisi sebagaimana yang juga saya alami.

Beberapa bulan yang lalu, semangat yang menyala masih bisa saya temukan dalam diri saya. Memang sulit memelihara semangat tanpa ada rekan-rekan yang seide untuk menggulirkan sebuah perubahan meskipun sebatas menyelipkan inspirasi bagi orang lain. Saya memang terobsesi oleh Malcolm Gladwel tentang sebuah virus yang bisa menjangkiti ribuan orang. Saat itu…saya belum merasakan sebuah kekecewaan yang mendalam…hingga kini kekecewaan itu menjadi antivirus dahsyat yang secara pelan-pelam mulai mematikan virus yang telah menyerang fikiran saya selama beberapa tahun terakhir.

Saat ini saya sedang belajar mengobati kekecewaan tanpa menghancurkan diri sendiri. Barangkali sama seperti nama blog saya yang saya kutip dari Emha Ainun Najib: Menggenggam tanah menjadi emas alias bagaimana mengubah kekecewaan menjadi kekuatan yang dapat mewarna-warnikan kehidupan. Gimana caranya ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s