LEARN FROM GHOSTS

Hiii.. serem….

 

Kalau anda merasa bergidik saat membaca judul di atas, itu pula yang saya alami saat mengetik kata demi kata untuk tulisan ini. Sebenarnya saya tidak sampai hati untuk mengetikkan kata itu karena sepertinya gimana di’….. Tapi begitulah…. kalau Malcolm Gladwell mengajak kita untuk belajar bagaimana sebuah virus bisa memberikan inspirasi untuk melakukan perubahan besar, maka kita pun bisa mengambil pelajaran dari trik-trik yang digunakan setan untuk menyesatkan umat manusia.

 

Awalnya begini, ketika saya masih di Canberra, saya tinggal di sebuah unit (kalau di sini semacam rumah petak lah…). Di depan unit saya ada dua buah pohon yang cukup besar dengan diameter sekitar 60 cm dan cabang cukup banyak yang cukup untuk membuat teduh tempat kami di siang hari. Pagar pemisah dengan tetangga pun juga pohon-pohon, tapi agak kecil. Jarak antar kampus dengan tempat tinggal saya sekitar 1 km atau memakan waktu 30 menit kalau berjalan kaki. Berhubung tidak punya mobil, saya terpaksa berjalan kaki. Sebenarnya, jalan kaki di kota Canberra cukup menyenangkan. Dengan jalur pejalan kaki yang tersedia saya relatif merasa aman dan bisa menikmati suasana kota yang bersih dan sepi tersebut. Canberra adalah sebuah ibu kota negara, namun sekaligus kota yang paling sepi diantara kota-kota besar di setiap negara bagian. Pusat-pusat perbelanjaan bahkan tutup setiap pukul 5 sore. Tak heran, setiap jam 5 ke atas serasa berada di kota mati.

 

Terkadang saya harus pulang dari kampus malam hari yang gelap. Saya katakan gelap karena pada saat musim panas matahari baru tenggelam pukul 9 malam. Dari kampus ke unit saya harus berjalan melewati semacam hutan pinus sepanjang kira-kira 200 meter yang hanya diterangi oleh lampu jalan seadanya. Setelah itu, saya harus melewati banyak pepohonan di sepanjang jalan yang gelap. Tidak banyak mobil yang lalu lalang, apalagi orang-orang yang berjalan kaki seperti saya.  

 

Herannya, saya tidak pernah merasa takut saat saya harus pulang malam. Tidak pernah terlintas dalam benak saya kalau-kalau ada makhluk-makhluk halus yang tiba-tiba menyapa saya. Saya sama sekali tidak merinding seperti biasanya di Indonesia saat saya melewati jalan-jalan sepi di malam hari sendirian.

 

Saya pun mencoba menganalisa dan menanyakan kepada beberapa teman bahkan mereka yang berasal dari Filipina, Thailand ataupun Cina. Ternyata sama. Mereka tidak merasa takut. Di negara mereka, mistik juga sangat berkembang dengan pesat. Cerita tentang hantu, drakula dan teman-temannya sangat diminati oleh masyarakat di sana.

 

Sekembalinya di sini, rupanya saya kembali disergap kegamangan setiap kali melewati kegelapan dan pepohonan besar. Di samping rumah saya kebetulan ada rumah yang lama tidak ditinggali, bahkan rumah tersebut sudah rusak dan menjadi hunian kucing dan tikus. Saya berani keluar di malam hari dan menatap rumah tersebut dari pintu samping. Tapi tetap saja saya tidak bisa menepis fikiran-fikiran tentang apa saja kira-kira yang saat ini ada di rumah tersebut. Dan terus terang, saya tidak berani untuk sekedar berjalan ke halaman belakang rumah dalam keadaan gelap.

 

Mengapa hantu pocong, memedi, dedemit, tuyul dan temannya seperti enggan menyapa masyarakat Australia, dan lebih senang tinggal di Indonesia? Kesimpulan sementara saya: karena setan sangat menguasai ilmu pemasaran. Bahkan mungkin mengalahkan Hermawan Kertajaya ataupun Phillip Kottler. Dia sangat paham siapa target marketnya. Setelah memahami target marketnya, dia menetapkan strategi-strategi apa yang bisa digunakan untuk menakhlukkan customers agar membeli produknya. Dia tau masyarakat Indonesia sangat percaya dengan makhluk-makhluk halus, makanya begitu di tawarkan hantu, pocong dkk, langsung terjual habis. Sebaliknya, masyarakat barat tidak percaya dengan makhluk-makhluk halus itu. Makanya dia tidak menjual mistik disana karena tau tidak bakal laku. Apa yang dia jual? free sex, homosexuality, beer, wine, atheism dll. Hasilnya…..sold out, man!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

One thought on “LEARN FROM GHOSTS

  1. he.he… , hebat juga ya setan…., mungkin di dunia ghaib sering juga ada seminar- seminar pemasaran.
    tp bener juga, setahu aq setan hebat dalam menggoda manusia karena mereka juga ‘terspesialisasi’…,jadi mereka hebat dibidangnya masing2, karena gak mudah menyerah, terus berusaha n fokus pada tujuan…, yaitu menjerumuskan manusia keneraka.
    tapi, kita lebih hebat dari mereka kan bu…?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s